Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bertolak dari Washington menuju Swiss pada Sabtu untuk mengikuti perundingan dengan pejabat Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026.
Keberangkatan Vance dikonfirmasi oleh juru bicaranya, Luke Schroeder, melalui media sosial X.
Dikutip dari media Anadolu Agency, pembicaraan akan digelar di kawasan Burgenstock, Swiss, dalam kerangka Memorandum Islamabad yang sebelumnya menjadi dasar kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran.
Sebelumnya, Vance menyebut utusan AS, Jared Kushner dan Steve Witkoff, telah lebih dahulu berada di Swiss untuk menangani berbagai aspek teknis perundingan.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Washington dan Teheran dapat mempertahankan gencatan senjata yang saat ini sedang berlangsung.
Sebelum menaiki pesawat menuju Swiss, Vance mengatakan delegasi Iran telah tiba di lokasi perundingan dan memperkirakan pembahasan akan berlangsung selama beberapa hari.
“Saya berharap kami dapat membuat kemajuan terkait isu nuklir dan gencatan senjata di Lebanon,” kata Vance kepada awak media.
Menurutnya, kedua isu tersebut menjadi prioritas utama delegasi Amerika Serikat dalam perundingan kali ini. Meski demikian, Vance mengakui bahwa pihak Iran kemungkinan akan membawa agenda dan kepentingannya sendiri ke meja perundingan.
Menanggapi kekhawatiran bahwa serangan Israel di Lebanon dapat mengganggu proses diplomatik, Vance mengatakan situasi di lapangan mulai membaik.
“Keadaan di sana sebenarnya semakin baik dan ketegangan mulai sedikit mereda,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai indikator keberhasilan kunjungan tersebut, Vance menekankan pentingnya membangun struktur dan mekanisme negosiasi yang efektif untuk mendukung proses pembahasan lebih lanjut.
Sementara itu, media Iran melaporkan delegasi Teheran akan dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Di sisi lain, Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam proses tersebut akan diwakili oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif dalam pembahasan tingkat teknis.
Perundingan di Swiss dipandang sebagai tahap penting dalam upaya mencapai kesepakatan yang lebih permanen terkait program nuklir Iran, pengurangan ketegangan regional, serta stabilitas keamanan di Timur Tengah.
Baca juga: Delegasi AS dan Iran Akan Bertemu di Swiss untuk Diskusikan Kesepakatan Permanen




