REPUBLIKA.CO.ID, TELAVIV — Komando Militer Israel mengonfirmasi seorang tentaranya tewas dan sebanyak 13 lainnya luka-luka pada Sabtu(20/6/2026) malam waktu setempat. Insiden ini terjadi setelah kelompok perlawanan Hizbullah menargetkan pasukan pendudukan Israel yang berupaya merangsek maju ke wilayah Lebanon Selatan.
Pihak militer penjajah mengidentifikasi prajurit yang tewas tersebut sebagai Sersan Satu dari unit Maglan di bawah Brigade Komando, seperti dikutip dari laman Al Mayadeen. Berdasarkan hasil investigasi internal militer Israel, serangan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari ketika gelombang tembakan roket dan sebuah drone peledak menghantam pasukan khusus Israel di dekat desa Kfar Tebnit, Distrik Nabatieh, Lebanon.
Baca Juga
Harga Pertamax Diproyeksikan Turun Bertahap hingga Akhir 2026
Alex Marquez Mundur dari GP Ceko Demi Percepat Pemulihan
Dahnil: Presiden Minta Masa Tunggu Haji Dipangkas
Pasukan Israel di wilayah tersebut dilaporkan telah beberapa kali mencoba melakukan penyusupan ke area Perbukitan Ali al-Taher demi menduduki titik-titik strategis di Lebanon Selatan. Kendati demikian, upaya penetrasi tersebut gagal. Pasukan penjajah justru menimbulkan kerugian personel yang cukup besar.
Serangan mematikan itu menewaskan satu prajurit dan melukai 13 tentara lainnya. Di antara korban luka, dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis, satu orang luka sedang. Sementara itu, sepuluh tentara lainnya mengalami luka ringan. Media lokal Israel juga melaporkan bahwa Wakil Komandan Brigade Komando turut menjadi salah satu korban yang terluka dalam serangan fajar tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Empat tentara tewas
Serangan tersebut menambah panjang daftar korban di pihak Israel. Operasi ini dilakukan hanya sehari setelah operasi perlawanan sengit lainnya di Lebanon Selatan yang menewaskan empat tentara Israel, termasuk seorang perwira senior korps kavaleri (lapis baja). Pada Sabtu malam, komando militer telah mengidentifikasi dua dari prajurit yang tewas tersebut.
Seorang tentara tempur wanita muda Israel beristirahat setelah mengikuti latihan rintangan. - (Medis Sosial)