KPK dan Pemprov Jakarta Resmikan Halte Setiabudi Integritas untuk Kampanye Nilai Antikorupsi

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemerintah Provinsi Jakarta, dan PT Transjakarta meresmikan penamaan Halte Setiabudi Integritas pada Minggu, 21 Juni 2026, sebagai upaya memperluas kampanye nilai-nilai integritas di ruang publik.

Peresmian halte tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian kawasan Jalan HR Rasuna Said dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jakarta Pramono Anung, Ketua KPK Setyo Budiyanto, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, serta sejumlah pejabat dari Pemprov Jakarta, KPK, dan PT Transjakarta.

KPK Ingin Integritas Menjadi Memori Kolektif Masyarakat

Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan penamaan Halte Setiabudi Integritas bukan sekadar seremoni maupun tempat naik dan turun penumpang.

Menurutnya, nama yang disematkan pada fasilitas publik memiliki makna penting dalam membangun kesadaran masyarakat.

Ia mengatakan, "Tetapi setidaknya harapan saya dengan sebuah penamaan yang menunjukkan identitas, itu bisa menjadi sebuah memori kolektif. Orang akan mengingat, orang akan menjaga, akan melakukan sesuatu yang positif sesuai dengan namanya."

Setyo menjelaskan ide penamaan halte muncul dari pengalamannya menggunakan berbagai moda transportasi umum seperti KRL, Transjakarta, LRT, dan MRT.

Selanjutnya, KPK melalui Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta.

Usulan tersebut kemudian mendapat sambutan positif dari Gubernur Pramono Anung.

Setyo menambahkan, "Kita enggak bisa bilang apalah arti sebuah nama, tapi nama mengandung makna yang sangat luar biasa. Saya yakin semua setuju."

Pembangunan Jakarta Diklaim Tidak Bergantung pada APBN

Gubernur Pramono Anung menjelaskan pembangunan halte tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, sumber pembiayaan pembangunan berasal dari pendapatan iklan.

Pramono menilai hal itu menunjukkan pembangunan Jakarta dapat dilakukan tanpa selalu bergantung pada APBD maupun APBN.

Ia juga menyebut terdapat tiga momentum penting di Jakarta pada hari yang sama, yakni peresmian kawasan Jalan HR Rasuna Said, kegiatan pilah sampah di Monas, dan peletakan batu pertama pembangunan pedestrian deck di Dukuh Atas.

Pedestrian deck tersebut akan menghubungkan lima moda transportasi dan ditargetkan selesai pada tahun depan.

Pramono mengatakan, "Kami laporkan ke Ketua KPK dan mohon diawasi, karena sepenuhnya untuk pedestrian deck ini tidak menggunakan APBN."

Komedian Cak Lontong yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut positif penamaan Halte Setiabudi Integritas.

Ia mengatakan, "Penamaan itu punya harapan. Jadi, kita beri nama integritas, harapannya kita selalu mengingatkan siapa pun untuk menjaga integritas."

Menurutnya, lokasi halte yang berada tepat di depan Gedung KPK semakin memperkuat pesan pentingnya menjaga integritas.

Cak Lontong menegaskan bahwa integritas tidak boleh berhenti pada formalitas penamaan, melainkan harus diwujudkan melalui komitmen nyata dalam kehidupan sehari-hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadapi Uruguay di Piala Dunia 2026, Bubista Tekankan Skuad Cape Verde Jaga Fokus
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Rela Tembus Banjir, Kapolres Kendal Salurkan Bantuan untuk Lansia yang Terjebak Rob
• 59 menit laludisway.id
thumb
Sejarah Piala Dunia 2018: Sensasi Mbappe Memupus Mimpi Kroasia
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Iran Tutup Selat Hormuz dan Ancam Langkah Lanjutan, AS Bantah Kendali Teheran
• 11 jam laludisway.id
thumb
Berita Duka! Mantan Ketua Umum Persis Maman Abdurrahman Meninggal
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.