Moms, saat memiliki anak, tubuh orang tua dituntut terus bergerak. Mulai dari menggendong balita, mengejar anak yang aktif berlari, hingga menemani mereka bermain di taman.
Namun, tak sedikit orang tua yang mulai mengeluhkan nyeri lutut, pinggang, atau punggung seiring bertambahnya usia. Keluhan ini sering dianggap sebagai hal yang wajar. Padahal, bila dibiarkan, kondisi tersebut bisa mempengaruhi kualitas hidup dan membatasi aktivitas bersama anak.
Menurut dr. Auliya Akbar, Sp.OT, menjaga kesehatan tulang dan sendi tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis terapi. Gaya hidup tetap menjadi fondasi utama.
Osteoporosis Sering Muncul tanpa DisadariSalah satu penyebab nyeri yang kerap dialami orang dewasa adalah osteoporosis atau penurunan kepadatan tulang. Kondisi ini membuat tulang lebih rapuh sehingga lebih mudah patah dan menimbulkan rasa nyeri di berbagai bagian tubuh.
Yang menjadi tantangan, rasa sakit akibat osteoporosis sering kali tidak muncul di satu titik tertentu.
"Pada osteoporosis, keluhannya bisa berupa nyeri di punggung, panggul, atau terasa sakit di seluruh badan sehingga sering sulit menentukan sumber nyerinya," kata dr. Auliya saat launching stem cell Brawijaya Hospital, Kamis (18/6).
Karena itu, menjaga kesehatan tulang sebaiknya dilakukan sebelum keluhan semakin berat. Selain pola makan bergizi, asupan kalsium dan vitamin D, olahraga rutin, serta menjaga berat badan ideal tetap menjadi langkah utama yang dianjurkan.
Stem Cell Jadi Opsi Terapi Regeneratif di Era ModernSelain perubahan gaya hidup, dunia medis kini juga terus mengembangkan berbagai pilihan terapi untuk membantu proses pemulihan jaringan yang mengalami kerusakan.
Salah satunya adalah terapi regeneratif berbasis stem cell. Dalam bidang ortopedi, terapi ini diteliti untuk membantu merangsang proses perbaikan jaringan seperti tulang rawan, tendon, ligamen, hingga tulang.
dr. Auliya mengatakan, pendekatan ini diharapkan dapat bekerja berdampingan dengan terapi konvensional.
"Harapannya, dari luar kita berikan terapi sesuai kebutuhan pasien, sementara dari dalam proses regenerasi sel ikut distimulasi sehingga hasilnya bisa saling bersinergi," ujarnya.
Meski demikian, terapi regeneratif bukanlah solusi instan. Pemulihan pasien tetap harus melalui pemeriksaan menyeluruh dan disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing.
Orang Tua yang Sehat Lebih Siap Mendampingi Tumbuh Kembang AnakDi balik berbagai pilihan terapi yang terus berkembang, satu hal yang tidak berubah adalah pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Memiliki tulang dan sendi yang sehat bukan hanya tentang mengurangi rasa nyeri, tetapi juga agar orang tua tetap bisa hadir dalam momen-momen sederhana bersama anak, mulai dari bermain, berolahraga, hingga mendampingi mereka tumbuh besar.
Sebab, saat tubuh tetap kuat dan aktif, orang tua pun memiliki lebih banyak kesempatan menikmati setiap fase perkembangan anak tanpa terbebani keterbatasan gerak.





