JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto minta partai politik untuk memilih orang-orang yang berintegritas untuk menjadi kader.
“Nah yang paling penting adalah soal integritas. Diharapkan bahwa kader itu adalah orang-orang yang memiliki sebuah integritas,” kata Setyo di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Hal tersebut disampaikan Setyo saat menanggapi kabar eks terpidana korupsi yang juga mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam bergabung dengan salah satu partai politik.
Baca juga: Lelang Rampasan Koruptor KPK: iPhone XS Dijual Rp 231.000, Laku Rp 34 Juta
Setyo mengatakan, integritas juga harus dimiliki oleh partai politik karena setiap kegiatan yang dilakukan akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Oleh karena itu, ya semua pasti diperlukan sebuah integritas yang relevan dengan kegiatan partai politik,” ujarnya.
Terkait dengan kabar eks terpidana korupsi bergabung dengan parpol, Setyo mengatakan, masyarakat pasti bisa menilai sosok tersebut.
Baca juga: Ketua KPK: Integritas Tak Hanya Berangkat dari Ruang Kerja, Tapi Bisa dari Jalan Raya
“Pastinya masyarakat bisa menilailah. Masyarakat, semua pihak, termasuk juga partai-partai juga bisa menilai gitu,” ucap dia.
Dilansir dari Tribunnews, Nur Alam mengumumkan keputusannya untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia memilih gabung PSI tak lama setelah dirinya mengadakan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: KPK Sita Dokumen Usai Geledah 3 Kantor di Bali Terkait Kasus Silmy Karim
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang