Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, berencana melanjutkan penataan kawasan H.R. Rasuna Said dengan memperbaiki Kali Cideng yang berada di sekitar Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Setelah penataan selesai, Pemprov DKI juga ingin menghadirkan jembatan dengan konsep "gembok cinta" seperti yang ada di Paris, Prancis.
Rencana tersebut disampaikan Pramono saat meresmikan penataan Jalan H.R. Rasuna Said dan Halte Setiabudi Integritas di Jakarta Selatan, Minggu (21/6).
Dalam sambutannya, Pramono mengatakan penataan kawasan Rasuna Said belum berhenti pada pembongkaran 109 tiang monorel dan perbaikan jalan serta trotoar. Pemprov DKI masih akan melakukan penataan terhadap Kali Cideng yang melintasi kawasan tersebut.
"Termasuk perbaikan trotoar dan juga nanti sebagian yang akan dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air untuk sungainya. Pak Ketua, nanti sungainya kita perbaiki supaya Bapak kalau begitu keluar dari kantor akan lebih baik auranya dan kita nanti akan buatkan apa semacam jembatan kecil," kata Pramono.
Ia kemudian mengungkapkan gagasannya untuk menjadikan jembatan tersebut sebagai salah satu daya tarik kawasan Rasuna Said. Menurut Pramono, konsep itu terinspirasi dari sejumlah jembatan di Paris yang dikenal sebagai lokasi pemasangan gembok cinta oleh pasangan.
"Dan saya membayangkan suatu hari kalau ini sudah rapi seperti di Paris, orang datang sambil masang kunci gembok untuk tanda cinta. Karena apa? Karena ini kan dekat dengan KPK. Jadi tanda cinta untuk itu dan integritas kita semua untuk Kota Jakarta," ujarnya.
Usai acara peresmian, Pramono kembali menjelaskan rencana tersebut kepada wartawan. Ia mengatakan konsep gembok cinta baru dapat diwujudkan setelah kondisi Kali Cideng dibenahi dan jembatan penyeberangan selesai dibangun.
"Dan saya meminta kepada Dinas Sumber Daya Air nanti kalau jembatannya sudah jadi, air Kali Cideng-nya sudah bersih, maka jembatan-jembatan atau penyeberangan yang ada saya membayangkan sebagai bagian dari integritas kita kepada KPK ada gembok kunci yang kita mulai pasangkan yang dimulai tentunya kalau para remaja yang lagi jatuh cinta," kata Pramono.
Meski demikian, Pramono berkelakar agar konsep tersebut cukup dinikmati kalangan muda.
"Kalau bapak-bapak yang jatuh cinta nggak usah pasang gembok di situ lah, gemboknya tetap di rumah aja gitu," ujarnya yang disambut tawa hadirin.
Menurut Pramono, penataan kawasan Rasuna Said dilakukan untuk memperbaiki wajah salah satu koridor utama Jakarta yang selama ini dikenal sebagai kawasan bisnis dan diplomatik. Ia meyakini penataan yang telah dilakukan, ditambah perbaikan Kali Cideng ke depan, akan semakin memperkuat daya tarik kawasan tersebut.
"Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi, bahkan di ujung ada anggrek yang dipasang secara khusus, menurut saya menjadi lebih baik," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta meresmikan penataan Jalan H.R. Rasuna Said sepanjang 3,8 kilometer yang mencakup pembongkaran 109 tiang monorel mangkrak, perataan badan jalan, penataan trotoar, serta perbaikan kawasan di sekitar koridor jalan tersebut.





