LA PAZ, KOMPAS.TV - Di tengah krisis kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan pangan yang kian meluas, Presiden Bolivia Rodrigo Paz pada Sabtu (20/6/2026) resmi mendeklarasikan status darurat nasional.
Langkah ini diambil setelah aksi demonstrasi dan blokade jalan melumpuhkan jalur pasokan logistik di pusat pemerintahan serta sejumlah kota besar di Bolivia.
Melalui kebijakan status darurat ini, pihak militer diberikan wewenang luas untuk menyingkirkan barikade jalan yang dipasang oleh para pengunjuk rasa.
Baca Juga: Gelombang Protes Memanas, Presiden Bolivia Umumkan Potong Gaji 50 Persen
Gelombang protes yang dipimpin oleh kelompok masyarakat adat dataran tinggi dan pekerja pedesaan ini telah berlangsung selama lima minggu terakhir.
Massa mendesak Presiden Paz mengundurkan diri sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan penghematan (austeritas) pemerintah, termasuk penghapusan subsidi BBM yang memicu lonjakan inflasi.
Aksi unjuk rasa tersebut diwarnai bentrokan hebat antara demonstran yang menggunakan dinamit dengan polisi anti-huru-hara.
Berdasarkan data otoritas setempat yang dilansir dari Associated Press, sedikitnya 365 orang telah ditangkap dan 37 orang mengalami luka-luka selama kerusuhan terjadi.
Krisis ini juga telah menyebabkan kelangkaan kebutuhan pokok; persediaan di rak-rak supermarket kosong, berbagai sektor usaha tutup, dan rumah sakit mulai kehabisan pasokan oksigen.
Dampak penutupan jalur transportasi ini dilaporkan telah merenggut korban jiwa.
Menurut catatan kantor ombudsman Bolivia dan organisasi hak asasi manusia, sekurangnya 17 orang meninggal dunia akibat terhambat mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Dari jumlah tersebut, pemerintah mengonfirmasi sedikitnya tujuh orang tewas di Kota La Paz yang kini dalam kondisi terisolasi total akibat pemblokiran jalan utama.
Dalam pidato nasionalnya yang disiarkan televisi, Presiden Paz menegaskan penetapan status darurat ini bertujuan untuk menjamin kelancaran distribusi komoditas yang mendesak, terutama BBM.
Baca Juga: Penampakan Bus Bertabrakan di Bolivia: 37 Tewas, 39 Luka-luka
Kelangkaan bahan bakar menjadi kian kritis setelah ratusan truk tangki pengangkut BBM terjebak berhari-hari di jalan raya akibat blokade.
"Status darurat ini bukan diterapkan untuk membatasi kehidupan masyarakat. Ini adalah status darurat untuk mengembalikan kebebasan warga," ujar Presiden Paz.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Associated Press
- krisis bolivia
- status darurat bolivia
- demo bolivia
- krisis bbm bolivia
- kelangkaan pangan bolivia
- rodrigo paz





