JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Jakarta, Yayat Supriyatna, mengungkap penyebab sulitnya penataan kabel semrawut di ibu kota.
Yayat mengatakan, kasus kabel menjuntai hingga memakan korban, seperti siswi SMAN 6 yang tewas karena motor tersangkut kabel, bukan pertama kali di Jakarta.
Pada 2023, kabel menjuntai di jalan menyebabkan beberapa pengendara luka berat hingga meninggal dunia.
Baca juga: Kabel Menjuntai, Nyawa Siswi SMAN 6 Melayang: Investigasi Polisi hingga Respons PLN
"Ini kan CLBK, 'Cucian Lama Belum Kering'. Nah sekarang, kabel apa yang menjadi penyebabnya? Karena di Jakarta ini begitu banyak kabel dan tidak jelas siapa pemiliknya," kata Yayat ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (21/6/2026).
Semua jenis kabel baik telepon, internet, listrik, dan lainnya menumpuk jadi satu di tiang yang sama.
Bahkan, kata Yayat, banyak tiang listrik yang ditempeli enam hingga 10 jenis kabel yang semuanya berwarna hitam.
Baca juga: Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?
Hal itulah yang membuat sulit mencari siapa pemilik kabel menjuntai apabila sudah memakan korban jiwa.
Sejauh ini, belum ada upaya keras dalam menertibkan kabel semrawut yang ada di Jakarta.
"Belum ada upaya keras sebetulnya untuk menyimpannya dalam Multi Utility Tunnel (MTU). Ada multi tunnel untuk kayak ducting gorong-gorong atau lubang infrastruktur kota gitu," ujar dia.
Baca juga: PLN Buka Suara soal Siswi SMAN 6 Tewas Usai Motor Tersangkut Kabel, Siap Dukung Investigasi
Padahal sudah ada aturan gubernur sejak zaman Anies Baswedan untuk para operator menyimpan kabelnya di bawah tanah agar tidak lagi menggantung di udara.
Namun hal itu belum dapat diterapkan karena banyak operator yang tak mau membayar sewa.
"Para operator atau pemiliknya itu harus sewa. Mereka kadang-kadang tidak mau sewa, tidak mau keluar uang, tidak mau bayar retribusi, karena mendingan yang di atas itu tidak ada biaya perawatan, pemeliharaan, dan sebagainya," tutur Yayat.
Baca juga: Kabel Semrawut di Jaksel Dipotong, Warga: Bagus, Jangan Cuma Diikat!
Hal itu lah yang membuat persoalan kabel semrawut di Jakarta belum juga terselesaikan hingga saat ini.
Yayat mengatakan, persoalan kabel semrawut ini bukan hanya terjadi di Jakarta, melainkan di seluruh kota Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




