Bisnis.com, MATARAM – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan 15.390 ribu ton beras dan 3.078 liter minyak goreng untuk bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar menjelaskan terus memperkuat sinergi demi menjaga ketahanan pangan bersama pemerintah daerah. Menurutnya, program bantuan pangan menjadi salah satu pilar krusial pemerintah untuk memastikan ketersediaan komoditas pokok yang terjangkau.
Regar menjelaskan bantuan pangan untuk alokasi Februari - Maret 2026 mendapat penambahan Penerima Bantuan Pangan (PBP) sebanyak 64% dari alokasi sebelumnya. Kabupaten Lombok Barat mendapat penambahan tertinggi, yakni sebesar 58%. Bulog menargetkan akhir Juni semua pendistribusian selesai.
“Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Bulog dalam membantu masyarakat. Kami memastikan beras yang disalurkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan sehingga layak dan aman untuk dikonsumsi. Bulog akan terus menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi agar manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” jelas Regar, Minggu (21/6/2026).
Dalam penyaluran, Bulog menerapkan strategi dengan memprioritaskan wilayah yang tingkat kebutuhannya tinggi. Hal ini dilakukan guna menekan potensi inflasi daerah yang dipicu oleh kenaikan harga pangan, sekaligus menjadi instrumen jaring pengaman sosial yang efektif.
Selain itu, Regar berharap di tengah fluktuasi harga bahan pokok, bantuan ini hadir sebagai angin segar yang menjaga roda perekonomian tingkat rumah tangga tetap berputar.
Baca Juga
- Bulog Malang Salurkan 1.154 Ton Beras dan 230.000 Liter Minyak Goreng Bantuan Pangan
- Bulog Usul Program Beraskita Premium Rp14.900 per Kg
- Jaga Pasokan Minyakita di Jatim, Pemprov Intensif Koordinasi dengan Bulog
Manfaat dari masifnya penyaluran bantuan pangan ini dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput. Di Desa Karang Bayan, Kabupaten Lombok Barat, Ibu Nurhayati (45) menyampaikan rasa syukurnya atas kualitas bantuan yang ia terima. Menurutnya, program ini secara signifikan memangkas biaya dapur setiap bulan.
“Alhamdulillah, beras yang kami terima kualitasnya bagus, putih, dan enak saat dimasak. Bantuan ini sangat membantu keluarga kami karena bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli kebutuhan pokok sehingga uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” ujar Nurhayati.
Secara makro, Mara menyebut program ini tidak sekadar menjadi bantuan sosial sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Melalui sinergi ketat antara Bulog dan Pemda Provinsi NTB, sistem pengawasan diperketat demi menjamin bahwa setiap liter minyak goreng dan tiap kilogram beras tersalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Perum Bulog Kanwil NTB juga berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan pasokan cadangan pangan pemerintah. Penguatan rantai pasok dan kolaborasi antarlembaga akan terus ditingkatkan demi mengantisipasi tantangan pemenuhan pangan di masa mendatang.
“Pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau adalah fondasi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Bulog akan terus hadir sebagai mitra pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ujar Regar.





