Limbah Jadi Cuan, BPDP-Asosasi Petani Sawit Ekspor 28 Ton Lidi ke China

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BATAM – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana lidi sawit sebanyak 28 ton ke China dalam sebuah seremoni yang digelar di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatra Utara. 

Lidi sawit yang diekspor tersebut berasal dari perkebunan rakyat di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Produk tersebut dikumpulkan dan diolah oleh petani sawit, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta koperasi anggota ASPEKPIR melalui program pemberdayaan yang didukung BPDP.

Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono mengatakan ekspor perdana ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan usaha berbasis limbah sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” ujar Setiyono.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, menyampaikan bahwa pihaknya telah sejak lama mendorong pemanfaatan produk samping dan limbah kelapa sawit sebagai sumber nilai tambah ekonomi, termasuk lidi sawit.

Menurutnya, kerja sama dengan ASPEKPIR telah diwujudkan melalui berbagai workshop dan kegiatan diseminasi sejak 2024. Program tersebut dilaksanakan di sejumlah daerah sentra sawit seperti Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasang Kayu, Sulawesi Barat.

Baca Juga

  • Harga TBS Sawit Rakyat di Sumbar Merangkak Naik Pekan Ketiga Juni jadi Rp2.200/Kg
  • Harga TBS Sawit Sumut Hari Ini (19/6) Menguat ke Rp3.879,39 per Kg
  • Alokasi Beasiswa Sawit 2026 di Riau 2.430 Orang, Industri Dilibatkan

“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa BPDP saat ini terus memperkuat kapasitas petani melalui berbagai program strategis, antara lain Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bantuan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia perkebunan, penelitian dan pengembangan, serta promosi perkebunan.

Keberhasilan ekspor perdana ini juga dinilai menunjukkan bahwa industri sawit memiliki manfaat yang luas dan inklusif karena melibatkan petani, perempuan, pemuda, UMKM, koperasi, hingga pelaku ekspor dalam satu rantai pasok yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.

Setiyono menambahkan, sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Aktivitas tersebut diperkirakan memberikan manfaat ekonomi bagi sekitar 2.800 anggota koperasi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi mengatakan permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif. Sejak akhir 2024, pihaknya bersama ASPEKPIR dan BPDP aktif melakukan sosialisasi serta pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah.

“Peluang pasar ekspor masih sangat terbuka lebar. Ini menjadi kesempatan besar bagi petani dan UMKM di sentra perkebunan sawit untuk meningkatkan pendapatan melalui produk turunan sawit,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana tersebut. Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk berbasis limbah kelapa sawit yang bernilai tambah.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mendorong keberhasilan ekspor produk-produk turunan sawit.

Pengembangan lidi sawit dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan pelepah dan biomassa sawit sebagai bahan baku produk UMKM tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat di sekitar perkebunan.

Selain pelepasan ekspor perdana, BPDP dan ASPEKPIR juga menyelenggarakan workshop praktik ekspor lidi sawit di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada 18 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi sawit dan pelaku ekspor guna meningkatkan produksi lidi sawit siap ekspor.

Ekspor perdana ke China ini menjadi langkah awal dalam memperluas pasar produk turunan sawit Indonesia sekaligus membuktikan bahwa limbah perkebunan dapat diolah menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Juragan Jaman Now 5 - Babak Kompetisi Batch 8
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNN: Peran Keluarga Jadi Kunci Utama Lingkungan Bebas Narkoba
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Perang Teluk: Ketika Semua Mengklaim Menang
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wapres Gibran Doakan Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Sembuh
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Harga kebutuhan pokok di Singaraja stabil setelah Galungan       
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.