Provinsi Guangdong, Tiongkok Dilanda Wabah Penyakit yang Sangat Menular, Banyak Anak Terinfeksi, Sejumlah Kelas Diliburkan

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Setelah herpangina (radang tenggorokan akibat virus dengan lepuhan di mulut) memasuki periode penyebaran tinggi dalam beberapa waktu terakhir, kini penyakit tangan, kaki, dan mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease/HFMD) atau PTKM yang juga sangat menular turut menyebar dengan cepat. Baru-baru ini, sejumlah sekolah di Shenzhen mengalami penularan PMK secara berkelompok, sehingga beberapa kelas harus menghentikan kegiatan belajar selama 10 hari. Banyak orang tua juga mengaku di media sosial bahwa anak mereka ikut terinfeksi.

Menurut laporan media First Scene (第一现场) di Shenzhen, seorang warga bermarga Liu mengatakan bahwa pada Rabu (17/6/2026) ia menerima pemberitahuan dari sekolah bahwa kelas anaknya diliburkan karena adanya kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut. Seluruh siswa di kelas tersebut diminta belajar dari rumah selama 10 hari dan baru dapat kembali ke sekolah pada 29 Juni.

Sesuai pemberitahuan sekolah, orang tua diminta memantau apakah anak mengalami ruam atau lepuhan pada mulut, tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya, serta memperhatikan gejala seperti batuk, demam, dan sakit tenggorokan. Jika muncul gejala, anak harus segera dibawa berobat dan kondisi tersebut dilaporkan kepada wali kelas.

Selama masa penghentian kegiatan belajar, apabila terdapat kasus baru yang terkonfirmasi HFMD, pasien diwajibkan menjalani isolasi hingga sembuh. Anak hanya diperbolehkan kembali ke sekolah setelah gejala hilang selama tujuh hari atau setidaknya 14 hari sejak mulai sakit.

Di berbagai platform media sosial Tiongkok, banyak orang tua juga membagikan pengalaman serupa. Beberapa komentar mereka antara lain:

Pada 16 Juni, Biro Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Provinsi Guangdong merilis laporan situasi penyakit menular wajib lapor untuk Mei 2026. Dalam periode 1 Mei pukul 00.00 hingga 31 Mei pukul 24.00, tercatat 231.664 kasus penyakit menular di seluruh provinsi, termasuk 27.849 kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD).

Dikarenakan pemerintah kerap dituduh menutupi informasi mengenai bencana dan wabah, jumlah kasus sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi daripada angka resmi yang diumumkan.

Menurut informasi yang tersedia untuk umum, penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dari kelompok enterovirus. Penyakit ini paling sering menyerang bayi dan anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun.

Gejala utamanya meliputi ruam atau lepuhan pada tangan, kaki, dan mulut disertai demam. Pada sebagian kecil kasus yang berat, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi seperti meningitis, ensefalitis, kelumpuhan layuh akut, infeksi saluran pernapasan, dan miokarditis (radang otot jantung). Dalam kasus yang sangat parah, kondisi anak dapat memburuk dengan cepat dan berisiko menyebabkan kematian.

HFMD dapat menular melalui berbagai cara, termasuk kontak langsung dengan sekret hidung dan tenggorokan atau air liur penderita, maupun melalui benda-benda yang telah terkontaminasi virus.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PPIH: Haji asal Aceh meninggal di Tanah Suci bertambah jadi 15 orang
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Buku Fikih Disabilitas Psikososial Diluncurkan di Munas-Konbes NU 2026, Gus Ipul Tekankan Kesetaraan Hak
• 1 jam laluberitajatim.com
thumb
Pelatih Spanyol “Marah” Lamine Yamal Dibandingkan dengan Messi dan Maradona, Ini Alasannya
• 3 menit laluviva.co.id
thumb
Idiec: Shopee dan TikTok Shop Unggul Lewat Video, Live Shopping, Afiliator, dan Promosi
• 18 menit lalubisnis.com
thumb
18 Dai Diberangkatkan ke Pulau Buru untuk Perkuat Pembinaan Mualaf
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.