Deodoran Bikin Ketiak Gelap Ternyata Cuma Mitos! Ini Penjelasan Dokter Kulit

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Masih banyak orang yang mengira bahwa penggunaan deodoran bisa membuat kulit ketiak jadi kusam dan tampak gelap. Tak sedikit pula yang akhirnya menghentikan pemakaian deodoran karena khawatir warna kulit ketiaknya berubah menjadi lebih hitam. Namun, benarkah deodoran adalah penyebab utama ketiak gelap?

Dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Arini Widodo, Sp.DVE, menjelaskan ketiak yang menghitam dan bertekstur kasar atau dikenal sebagai chicken skin bisa dipengaruhi oleh banyak faktor.

"Ada banyak faktor yang dapat berperan dalam perubahan warna maupun tekstur kulit di area tersebut," ujar dr. Arini. Beberapa faktor tersebut antara lain, pertama, adanya gesekan berulang dari pakaian yang terlalu ketat atau lipatan kulit, iritasi kronis akibat mencukur, mencabut bulu, waxing, atau penggunaan produk yang tidak cocok.

Kedua, folikulitis (radang folikel rambut), ingrown hair, dan dermatitis kontak dapat memicu peradangan yang kemudian menyebabkan hiperpigmentasi pada area ketiak. Penumpukan sel kulit mati juga bisa membuat permukaan kulit terasa lebih kasar.

Di sisi lain, kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi warna kulit ketiak, seperti acanthosis nigricans yang sering berkaitan dengan resistensi insulin, obesitas, atau gangguan hormonal. Terakhir, faktor genetik dan warna kulit alami juga berperan. Sebagian orang memang lebih mudah mengalami hiperpigmentasi pascaperadangan dibandingkan yang lain.

Sementara itu, tekstur yang sering disebut sebagai chicken skin biasanya memiliki penyebab yang berbeda yakni sumbatan pada folikel rambut, iritasi kronis, atau bekas peradangan di sekitar folikel.

Benarkah Deodoran Bisa Membuat Ketiak Gelap?

Dengan beragam faktor yang dapat memicu penggelapan kulit ketiak, dr. Arini menegaskan bahwa deodoran bukanlah penyebab utama kondisi tersebut. Menurutnya, deodoran tidak secara langsung menyebabkan kulit ketiak menjadi gelap.

Menurutnya, beberapa kandungan yang paling sering menjadi pemicu iritasi atau alergi antara lain parfum (fragrance), alkohol, pengawet tertentu, hingga essential oils pada produk natural.

Jangan salah, meskipun essential oils merupakan bahan pewangi alami yang sering ditemukan pada produk berlabel natural, kandungan ini dapat memicu dermatitis kontak pada individu yang sensitif.

Ketika iritasi terjadi secara berulang dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu hiperpigmentasi pascaperadangan (post-inflammatory hyperpigmentation) yang membuat ketiak tampak lebih gelap.

Bagaimana Memilih Deodoran yang Ramah untuk Kulit Sensitif?

Untuk itu, bagi pemilik kulit sensitif, dr. Arini menyarankan untuk lebih cermat dalam memilih produk yang digunakan di area ketiak.

"Untuk individu dengan kulit sensitif, pilih produk yang fragrance-free atau hypoallergenic, tidak mengandung alkohol bila mudah mengalami perih, dan tidak diaplikasikan segera setelah mencukur," sarannya.

Selain itu, produk yang mengandung bahan menenangkan seperti panthenol atau allantoin dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman untuk kulit sensitif.

Penting juga untuk memperhatikan reaksi kulit setelah penggunaan produk. Jika muncul rasa perih, gatal, kemerahan, atau tanda iritasi lainnya, penggunaan produk sebaiknya dievaluasi kembali.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Novi, Bocah 12 Tahun di Depok Dapat Ranking 10 di Kelas Meski Kerap Ngamen
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Makin Canggih, Kapal TNI AL Siap Dimodernisasi Jadi Kapal Nirawak
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Kuasa Hukum Roy Suryo-Dokter Tifa Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Luis de la Fuente Tegaskan Spanyol Wajib Menang atas Arab Saudi demi Jaga Peluang Lolos
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Kisah WN Amerika di Bali Maafkan Pencuri Dompetnya lalu Beri Uang ke Pelaku
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.