JAKARTA, DISWAY.ID - Perwakilan komunitas ojek online atau ojol meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan mempercepat penyediaan fasilitas parkir khusus bagi pengemudi ojol di gedung-gedung dan pusat perbelanjaan.
Permintaan tersebut usai setelah video viral seorang pengemudi ojek online (ojol), Sulis Agung Wibowo (44), menangis saat motornya yang diparkir di trotoar Jakarta Timur diangkut petugas.
Perwakilan komunitas ojol, yang biasa dipanggil Ayah Beno, mengajak para pengemudi untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan melengkapi dokumen kendaraan.
BACA JUGA:Usai Viral Angkut Motor Ojol di Jaktim, Dishub DKI Janji akan Lebih Humanis saat Penertiban
"Pesan saya untuk kawan-kawan ojol, kita harus melengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK. Jika SIM mati, segera diperpanjang," katanya.
Dalam kesempatan ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara.
"Jangan menganggap karena kita ojol, kita tidak akan ditilang. Kita harus mengutamakan keselamatan berkendara," katanya.
BACA JUGA:Ikut Regulasi Komisi Ojol 8 Persen dari Pemerintah, Ini Komitmen GoTo buat Mitra Driver
Menurutnya, sebgian pengemudi masih memilih parkir di depan gedung lantaran belum adanya akses di lokasi pengambilan pesanan. Ditambah lokasi yang jauh.
Meski begitu, ia tetap tidak membenarkan adanya prilaku pihaknya yang parkir sembarangan.
"Memang terkadang jarak dari tempat parkir basement ke lokasi pengambilan pesanan cukup jauh, sehingga banyak rekan ojol yang mengambil jalan pintas dengan parkir di depan gedung. Namun, tetap saja itu menyalahi aturan. Mari kita berlalu lintas dengan baik dan menaati peraturan yang ada," ungakpnya.
BACA JUGA:Gojek Sambut Hari Kebangkitan Nasional dengan Dukungan terhadap Skema Ojol Pemerintah
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin mengakui komunikasi dengan berbagai pihak perlu diperkuat.
"Komunikasi ini ya mungkin ini adalah juga seperti tadi kami sampaikan suatu pembelajaran ya, ada hikmah di balik itu. Dan ini yang akan kita koordinasikan karena kami melibatkan nanti komunitas dan juga operator dan juga para pemilik gedung," katanya.
Ia menyebut pertemuan dengan operator aplikasi ojol angkutan online dan pengelola gedung akan menjadi agenda prioritas.
- 1
- 2
- »





