Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menegaskan penyelenggaraan kompetisi lari berstandar internasional yang memadukan olahraga dan pengalaman wisata budaya dapat memperkuat sport tourism serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia.
Menurut Menpora Erick, penyelenggaraan kegiatan sport tourism seperti Mandiri Jogja Marathon itu merupakan salah satu cara meningkatkan peringkat pariwisata daerah. Selain mendorong pariwisata berbasis kebudayaan dan juga keindahan alam, perlu juga didorong pelaksanaan ajang sports tourism.
“Mandiri Jogja Marathon ini sangat positif karena memang kalau kita lihat Yogyakarta ini kan salah satu pusat pariwisata. Kalau saya lihat dari ranking untuk kunjungan wisata dari luar negeri masih ranking empat, untuk ranking satunya Bali,” ujar Menpora Erick dilansir dari laman Kemenpora.
Dia meyakini sport tourism bukan hanya membuat masyarakat kita sehat, tetapi juga pertumbuhan ekonomi yang saat ini sangat didorong oleh Bapak Presiden. Karena itulah perlu pengembangan ekonomi-ekonomi baru, salah satunya ya sports tourism seperti ini.
Dari sisi pembudayaan olahraga, papar Menpora Erick, event semacam ini turut memberikan ruang bagi partisipasi masyarakat dalam meraih kebugaran fisik. Apalagi menurut data statistik, meskipun secara demografis penduduk Indonesia didominasi usia muda, namun partisipasi berolahraganya masih 17 persen.
“Artinya dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, dan saya lihat sekarang sudah ada 104 event maraton di Indonesia, dengan total pelari hampir 10,6 juta kalau tidak salah, pasti akan mendorong partisipasi olahraga masyarakat yang punya aksesibilitas olahraga lebih baik,” terang Menpora Erick.
Baca Juga
- Mandiri Jogja Marathon 2026 Diikuti 10.200 Pelari dari 17 Negara
- 12.400 Pelari Ramaikan Makassar Half Marathon 2026, Dongkrak Hotel hingga UMKM
- Robot Humanoid China Pecahkan Rekor Half-Marathon, Tembus 50 Menit 26 Detik
Kemenpora sendiri, lanjut Menpora, saat ini mendorong pelaksanaan Car Free Day (CFD) di seluruh kabupaten/kota dalam rangka pembudayaan olahraga masyarakat. Tercatat dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, saat ini masih kisaran 220-an daerah yang menyelenggarakan CFD.
“Nah siapa tahu dengan Car Free Day, masyarakat mulai bisa latihan jalan, jogging, yang akhirnya juga bisa ikut maraton seperti ini,” harap Menpora.





