VIVA – Gelandang top yang kini memperkuat Manchester City, Tijjani Reijnders, membuat pengakuan menarik terkait masa lalunya. Ia mengungkap bahwa dirinya pernah masuk dalam radar Timnas Indonesia dan sempat mendapatkan pendekatan untuk membela skuad Garuda.
Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup agresif dalam proyek naturalisasi pemain keturunan. Nama-nama seperti Jordi Amat dan Sandy Walsh menjadi pionir dalam era baru yang dibangun sejak masa kepemimpinan Shin Tae-yong.
Dalam proses tersebut, sejumlah pemain keturunan lainnya juga sempat dikaitkan, termasuk Tijjani Reijnders yang kala itu masih bermain untuk AC Milan.
Namun, peluang itu kini sudah tertutup rapat karena sang pemain telah mengoleksi banyak caps bersama Timnas Belanda. Sementara itu, hanya adiknya, Eliano Reijnders, yang akhirnya memilih berseragam Timnas Indonesia.
Reijnders mengaku tidak menyangka namanya bisa tiba-tiba dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Ia bahkan sempat terkejut ketika mengetahui antusiasme besar suporter Garuda yang membanjiri akun media sosialnya.
“Saya masih ingat betul saat pertama kali dikaitkan dengan Indonesia. Saat itu saya sedang pergi ke spa bersama istri dan meninggalkan ponsel di loker. Ketika saya ambil lagi, saya tidak menyangka apa yang terjadi. Instagram saya meledak oleh para penggemar sepak bola Indonesia,” kata Reijnders kepada Helden Magazine dilansir dari VoetbalPrimeur.
Reijnders juga mengonfirmasi bahwa sempat ada komunikasi terkait peluang membela Timnas Indonesia. Bahkan, ia mengetahui bahwa PSSI sempat menunjukkan ketertarikan serius terhadap dirinya.
“Saya berpikir, ‘Bagaimana bisa begitu?’ Ternyata saat itu presiden PSSI mengatakan mereka sedang memantau saya. Setelah itu saya juga dihubungi, tapi saya memutuskan untuk menunggu,” ungkapnya.
Meski mendapat peluang tersebut, Reijnders menegaskan bahwa prioritasnya saat itu adalah menembus Timnas Belanda. “Saya ingin bermain untuk Belanda,” tegasnya.
Menariknya, Reijnders juga mengakui bahwa Indonesia sempat berada dalam pertimbangannya jika jalan menuju Timnas Belanda tidak terbuka. Namun pada akhirnya, kesempatan itu tidak pernah menjadi kenyataan karena ia sudah mengukuhkan posisinya di skuad De Oranje dengan puluhan caps.





