MenPPPA Ajak Perempuan Aktif Lindungi Anak di Lingkungan Pendidikan Keagamaan

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak perempuan Indonesia berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan, khususnya lembaga pendidikan berbasis keagamaan, serta memperkuat perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Arifah menyoroti tantangan yang dihadapi sejumlah lembaga pendidikan keagamaan akibat munculnya kasus kekerasan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum tertentu.

"Saat ini lembaga pendidikan berbasis keagamaan sedang menghadapi tantangan besar terkait banyaknya oknum yang melakukan kekerasan, bahkan kekerasan seksual. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stigma terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan secara umum," ungkap Arifah Fauzi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (21/6).

Ia berharap perempuan dapat turut mengambil peran dalam mengembalikan lembaga pendidikan berbasis keagamaan sebagai tempat yang aman dan terbaik untuk mendidik anak-anak.

Pemerintah Susun SOP Pencegahan Kekerasan

Dalam Dialog Ketahanan Keluarga bersama Tokoh Perempuan se-Priangan Timur di Tasikmalaya pada Jumat (19/6), Arifah menjelaskan pemerintah terus memperkuat sinergi lintas kementerian untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

KemenPPPA bersama Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini sedang menyusun standar operasional prosedur (SOP) pencegahan kekerasan yang komprehensif.

“Kami sudah menandatangani kerja sama dengan beberapa kementerian mengenai bagaimana kita membangun lingkungan pendidikan dan keluarga yang aman untuk perempuan dan anak. KemenPPPA bersama Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang mengupayakan beberapa hal, seperti SOP dan sebagainya,” katanya.

Arifah juga mengajak seluruh perempuan untuk memperkuat kapasitas diri dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era modern.

Orang Tua Diminta Tingkatkan Edukasi dan Pengawasan

Menurut Arifah, kejahatan terhadap anak sering terjadi karena adanya kesempatan yang muncul akibat kurangnya pengawasan dan edukasi dari lingkungan terdekat.

Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada anak mengenai hak atas tubuh dan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

"Jadi kalau anak kita disentuh oleh siapapun lalu dia diam saja, besar kemungkinan disebabkan mereka tidak tahu bagian tubuh itu tidak boleh disentuh, anak perlu diberikan pemahaman bahwa ada bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain," ujarnya.

Arifah menilai pengetahuan tersebut dapat membantu anak melindungi diri serta berani melaporkan tindakan yang tidak semestinya kepada orang tua atau pihak yang dipercaya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua II Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Romlah Widiyati menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai agama sebagai fondasi ketahanan keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

“Perintah agama semua ini agar keseimbangan yang terjadi di dunia ini bisa berjalan dengan baik. Kami yakin kalau sekiranya suatu negara, rakyat, dan masyarakat melaksanakan hal-hal yang baik, niscaya Allah akan menurunkan keberkahan dari langit,” ungkap Romlah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jakarta Masuk 100 Kota Terbaik Dunia 2026, Kalahkan Washington DC hingga Abu Dhabi
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Detik-detik Adam Deni Ngamuk Rusak Toko dan Keluarkan Senpi ke Sekuriti di Jakut, Kini Resmi Ditahan!
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Kisah Nenek Sania Buruh Cuci ke Tanah Suci: Antara Utang dan Harapan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Ingin Jadi Kota Sinema, DKI Beri Keringanan Pajak 50 Persen untuk Jasa Kesenian
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Timnas MLBB Indonesia lolos ke babak utama Asian Games 2026
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.