Oleh: Alexander Wibisono, Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV
Aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai kota dan daerah di Indonesia harus menjadi alarm serius bagi penguasa negeri ini. Karena suara mahasiswa mewakili suara rakyat, yang resah atas kebijakan dan langkah penguasa yang memicu ketidakadilan di masyarakat.
Protes mahasiswa atas kenaikan harga BBM non subsidi, tentu mewakili keresahan terkait semakin melemahnya daya beli masyarakat karena harga bahan pokok juga ikut naik.
Terlebih lagi, ancaman PHK masih terus menghantui dunia usaha akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi global yang tidak stabil.
Sementara itu, di saat situasi ekonomi sulit dan ruang fiskal APBN kita tidak longgar, Presiden Prabowo belum terlihat akan mengambil kebijakan yang berbeda terkait Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Padahal Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut telah terjadi pemborosan sebesar Rp 1 triliun setiap bulannya dalam pelaksanaan program MBG.
Baca Juga: Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Tengah Kegiatan CFD Jakarta, Tolak Kenaikan Harga BBM
Fakta ini semakin memperkuat ketidakadilan yang dirasakan publik. Masyarakat menilai pemborosan MBG seharusnya bisa digunakan untuk subsidi BBM untuk mencegah kenaikan harga.
Dan di tengah derasnya protes terhadap pelaksanaan Program MBG, rapat pembahasan anggaran BGN di DPR malah berlangsung tertutup.
Ironinya usulan untuk melaksanakan rapat pembahasan tertutup, justru datang dari inisiatif DPR sang wakil rakyat.
Penulis : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- demo mahasiswa
- mahasiswa
- prabowo subianto
- bbm
- makan bergizi gratis
- mbg





