Dia yang Bertahan dan Tidak Dilindas Zaman

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta Kota Global dan Berbudaya. Begitulah visi kota yang akan memasuki umur 499 tahun ini. Di tengah ambisi Jakarta yang ingin masuk ke dalam 60 besar kota global pada tahun ini, ibu kota Indonesia itu tidak melupakan akar budayanya, Betawi.

Berbagai bentuk kebudayaan selalu diperlihatkan dan diperkenalkan kepada khalayak luas. Ondel-ondel salah satunya.

Di Rumah Produksi Ondel-ondel ASNR, Feri (38) tampak sibuk mengerjakan ondel-ondel berukuran 1,5 meter. Di ruangan yang minim cahaya itu, Feri sibuk mengikat satu bambu dengan bambu lain menggunakan seutas kawat.

Walau terlihat sederhana, pekerjaan itu butuh ketelitian. Sebab, bambu yang ia ikat untuk menjadi kerangka ondel-ondel harus ia tekuk hingga lentur membentuk lingkaran. Jika tidak konsentrasi atau tenaga yang dikeluarkan terlalu banyak, bambu itu akan patah.

Melengkungkan rangka ondel-ondel.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Mengukur bilah bambu untuk menjadi rangka ondel-ondel.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Membuat ondel-ondel setinggi 1,5 meter.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Ketelatenan itu ia dapatkan dari pengalamannya bekerja sebagai pembuat ondel-ondel sejak lima tahun lalu. Kala itu Feri tidak pernah menyangka akan menjadi pembuat ondel-ondel. Sebelumnya ia bekerja sebagai penyuplai tinta untuk percetakan. Namun, karena pandemi, ia harus dirumahkan karena banyak toko yang tutup. Karena itu, ia memberanikan diri melamar sebagai pembuat ondel-ondel.

”Dulu saya harus belajar selama tiga bulan dulu sampai bisa buat ondel-ondel kayak sekarang. Belajarnya bertahap, dari buat yang kecil dulu, yang 65 sentimeter, sampai sekarang sudah bisa ngerjain yang 2 meter,” ujar Feri di tengah kesibukannya pada Jumat (19/6/2026).

Kini ia menjadi salah satu yang diandalkan di Rumah Produksi Ondel-ondel ASNR yang berada di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan. Terlebih menjelang HUT Jakarta, orderan ondel-ondel terus berdatangan. Karena itu, dalam seminggu ia bisa membuat lima ondel-ondel berukuran 5 meter.

Kesibukan pun tampak di Toko Betawi Online Gallery yang lokasinya masih berada di kawasan Kampung Betawi, Setu Babakan. Empat pekerja sibuk menyelesaikan urusannya masing-masing. Di antara para pekerja itu ada yang membuat rangka ondel-ondel, membuat kepala ondel-ondel, sampai menempelkan rok ondel-ondel.

Ruang produksi yang tidak terlalu besar itu menjadi sangat padat dengan rangka ondel-ondel berbagai ukuran. Maklum, mereka diburu waktu karena banjir orderan.

Rangka ondel-ondel berbagai ukuran.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Membuat kepala ondel-ondel.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Ondel-ondel yang tidak jadi dibuat.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Shafira (22) yang bertugas sebagai pelayan kasir pun turut membantu pembuatan ondel-ondel. Tugasnya cukup sederhana, tetapi penuh kecermatan, yakni memasangkan pakaian ke rangka ondel-ondel.

Shafira harus jago memadukan warna pakaian yang pas untuk ondel-ondel laki-laki ataupun perempuan. Baju berwarna biru ia padukan dengan selendang berwarna kuning untuk ondel-ondel laki-laki. Sementara untuk ondel-ondel perempuan, baju berwarna kuning dipadupadankan dengan selendang berwarna biru. Maka, jadilah sepasang ondel-ondel siap jual.

Dalam sebulan, Toko Betawi Online Gallery dapat memproduksi 200 ondel-ondel dengan berbagai ukuran, mulai dari ukuran 75 sentimeter sampai ukuran 2 meter. Shafira menyebut, sejak bulan Mei atau satu bulan jelang HUT Jakarta, omzet dan jumlah produksi naik 10-20 persen.

”Dari yang cuma sekitar 200 sebulan saat hari biasa, kalau menjelang HUT bisa nambah sekitar 50 buah lagi. Tapi, itu berbagai ukuran,” katanya.

Toko ini berdiri pada 2016. Pemilihan kata Online pada toko pun menunjukan bahwa tradisi Betawi harus disebarkan lebih luas lagi. Kala itu sang pemilik, Muhammad Ardiansyah (30), mulai menjual berbagai produk khas Betawi dari emperan di pinggir jalan.

Keteguhan Ardiansyah yang sangat mencintai budaya Betawi membuat ia berinovasi dengan mulai menjual secara daring. Lambat laun, usahanya mulai mengajak ketertarikan tidak hanya orang tua, bahkan juga anak muda. Hingga akhirnya ia membuka toko di kawasan Setu Babakan.

Ondel-ondel yang diperkirakan ada sejak tahun 1605 itu tetap eksis dan hidup di tengah arus zaman yang serba cepat. Boneka berwajah merah dan putih itu menghiasi berbagai sudut kota Jakarta tanpa melihat golongan. Identitas itu akan terus melekat di kota metropolitan ini, kota yang sedang melesat untuk mencapai kota global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jepang Singkirkan Tunisia dari Piala Dunia 2026, Pepet Belanda di Puncak Klasemen Grup F
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Masyarakat Mesti Kawal Program Pemerintah
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tema dan Logo Hari Anti-Narkotika Internasional 2026
• 1 jam laludetik.com
thumb
Jepang Resmi Naikkan Biaya Visa Hingga 5 Kali Lipat, Mulai Berlaku 1 Juli 2026
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejutan Berlanjut, Tanjung Verde Tahan Imbang 2-2 Uruguay
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.