Hari ini, 22 Juni 2026 warga DKI Jakarta tengah merayakan hari kelahiran kotanya. Perayaan kali ini menjadi tahun ke-499 Jakarta dengan tema "Bergerak Menuju Era Baru Jakarta".
Setiap HUT Jakarta, pemerintah setempat biasanya akan membuat festival, konser hingga program lainnya yang relevan dan bermanfaat bagi warga, misalnya menggratiskan layanan transportasi umum (transum) hingga sejumlah tempat wisata, dan lainnya.
Sebenarnya, mengapa HUT Jakarta jatuh pada tanggal 22 Juni?
Penetapan hari ulang tahun Jakarta didasarkan pada peristiwa perebutan pelabuhan Sunda Kelapa dari Portugis oleh Pangeran Fatahillah pada 22 Juni 1527.
Dilansir detikNews yang mengutip laman Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jakarta Pusat, tanggal 22 Juni ditetapkan oleh Wali Kota Jakarta saat itu yakni Sudiro (1953-1958). Gagasannya berangkat dari pemikiran Kota Jakarta perlu dirayakan sejak berdirinya Batavia.
Ia bersama ahli seperti Mohammad Yamin, Sukanto dan Sudarjo Tjoktosiswoyo melakukan penelitian tentang kapan Jakarta lahir. Mereka memperoleh hasil penetapan bahwa 22 Juni 1527 sebagai hari lahir Jakarta yang saat itu masih bernama Jayakarta.
Sudiro kemudian menyerahkan naskah 'Dari Jayakarta ke Jakarta' kepada Dewan Perwakilan Kota Sementara. Setelah dibahas, tanggal 22 Juni 1957 diterima secara bulat dalam sidang pleno.
Transum-Tempat Wisata GratisDi hari jadi yang ke-499 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggratiskan layanan transportasi umum (transum) hingga sejumlah tempat wisata. Kebijakan ini berlaku bagi warga yang memiliki KTP Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono. Pramono mengatakan pada 22, 27-28 Juni 2026 fasilitas transum dan wisata Jakarta gratis untuk KTP Republik Indonesia.
"Dan dalam kesempatan ini saya juga ingin merevisi sedikit, bahwa untuk tanggal 22, 27, 28, baik itu transportasi umum maupun apa fasilitas wisata yang dimiliki oleh Jakarta," ujar Pramono kepada wartawan, Minggu (21/6).
"Setelah mendapatkan masukan dari banyak pihak, terutama yang pengin memanfaatkan itu rata-rata dari luar Jakarta. Maka tidak hanya berlaku bagi KTP Jakarta, tetapi bagi KTP Republik Indonesia," lanjutnya.
Pemprov DKI juga akan mengundang sejumlah musisi dari berbagai daerah untuk meramaikan perayaan HUT Jakarta. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas gratis yang disediakan selama rangkaian perayaan berlangsung.
"Maka semua yang tadi saya sampaikan dari poin satu sampai dengan poin enam kita gratiskan. Mudah-mudahan ini akan membawa manfaat bagi warga masyarakat dan mereka terutama ikut memiliki Jakarta ini," pungkasnya.
Akses Gratis Museum saat HUT JakartaMelalui informasi yang dibagikan akun resmi Pemprov DKI Jakarta, masyarakat dapat mengunjungi museum-museum pilihan sebagai bagian dari perayaan kota. Akses gratis ini berlaku pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 dan ditujukan untuk mendorong aktivitas wisata edukatif di Jakarta.
Program gratis masuk museum di Jakarta diberikan sebagai kado ulang tahun ke-499 Kota Jakarta. Warga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan museum hopping di sejumlah lokasi sejarah dan budaya di ibu kota.
Selain itu, rogram ini memungkinkan pengunjung mengeksplorasi koleksi sejarah, seni, hingga kebudayaan tanpa perlu mengeluarkan biaya. Pemprov DKI Jakarta menyebut inisiatif ini juga bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap ruang edukasi publik.
Daftar Museum Gratis Masuk di JakartaBerikut daftar museum yang dapat dikunjungi secara gratis pada periode HUT Jakarta:
- Museum Wayang
- Museum Joang 45
- Museum Bahari
- Museum Arkeologi Onrust
- Museum Sejarah Jakarta
- Museum MH Thamrin
- Museum Seni Rupa dan Keramik
- Museum Tekstil
- Museum Taman Prasasti
- Museum Betawi
- Rumah Si Pitung
Program gratis masuk museum ini membuka peluang bagi warga untuk menikmati wisata edukatif dengan lebih mudah. Dengan pilihan museum yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta, masyarakat dapat merencanakan kunjungan sesuai minat masing-masing.
Pemprov DKI Jakarta menekankan bahwa momentum HUT ke-499 ini dapat dimanfaatkan untuk mengenal lebih dekat sejarah kota sekaligus memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya.
Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Senin (22/6/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube, TikTok dan Facebook detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.
"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"
(vrs/vrs)





