BSI (BRIS) Tingkatkan Kualitas BYOND, Lebih Stabil dan Mulus

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melakukan peningkatan kualitas layanan khususnya di sektor digital per April 2026, dengan menghadirkan infrastruktur teknologi yang lebih andal, aman, dan modern bagi seluruh stakeholder.

Peningkatan menjadi hal yang mendesak di tengah lonjakan jumlah pengguna BYOND yang melesat dalam setahun terakhir.

BYOND by BSI adalah aplikasi superapp (layanan perbankan digital komprehensif) yang diluncurkan pada November 2024 untuk menggantikan aplikasi mobile banking terdahulu (BSI Mobile) secara bertahap.

BYOND dirancang ulang total dengan teknologi yang lebih modern, tampilan yang lebih segar (UI/UX baru), sistem keamanan siber yang diperkuat, dan performa aplikasi yang jauh lebih cepat.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan setelah peningkatan kualitas layanan pada April lalu, saat ini kapasitas IT BSI berada di kisaran 2,5% sehingga layanan kepada nasabah jauh lebih optimal.

Untuk diketahui, dalam konteks IT, hal ini menandakan bahwa tingkat beban kerja sistem (system utilization/load) BSI saat ini sangat rendah (2,5%) untuk menangani beban normal.

Baca Juga

  • Lewat Implementasi Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas
  • Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Non Subsidi Ikuti Harga Pasar
  • Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

BSI juga berarti memiliki kapasitas sisa (idle capacity) yang sangat besar untuk mengantisipasi beban kerja yang sangat tinggi tanpa mengganggu layanan yang diberikan ke pelanggan, khususnya pada akhir bulan atau momen tertentu.

“Proses end of month sangat jauh lebih cepat dibanding IT sebelumnya,” kata Anggoro kepada Bisnis, Senin (22/6/2026).

Anggoro mengatakan peningkatan kapasitas ini menjadi krusial seiring dengan lonjakan luar biasa pada transaksi digital BSI. Pada Maret 2026, BYOND memiliki total 9,8 juta pengguna aktif bulanan atau tumbuh 180% dibandingkan dengan Maret 2025 yang sebesar 3,5 juta pengguna.

Sejalan dengan peningkatan tersebut, sudah tentu jumlah transaksi dan volume transaksi meningkat drastis hingga menyentuh 199 juta transaksi dengan total nilai Rp200 triliun per Maret 2026.

Transformasi sistem IT ini, kata Anggoro, juga dilakukan guna mengantisipasi pertumbuhan basis nasabah BSI yang kini telah melampaui 23 juta jiwa, sekaligus memastikan layanan tetap stabil tanpa hambatan (zero downtime) saat volume transaksi melonjak tinggi.

“Melalui peningkatan kualitas layanan digital ini, nasabah akan menikmati pengalaman perbankan yang jauh lebih seamless (tanpa jeda), kecepatan transaksi yang meningkat signifikan, serta stabilitas aplikasi yang tinggi saat jam-jam sibuk,” kata Anggoro.

Seamless merupakan sebuah indikator kenyamanan pelanggan dalam menggunakan aplikasi. Seamless berarti semua fitur di dalam aplikasi menyatu dengan rapi. Pengguna bisa berpindah dari cek saldo, transfer, bayar zakat, investasi emas, hingga belanja tanpa perlu login berkali-kali atau bingung melihat menu yang rumit.

Selain dengan perbaikan IT, aplikasi BYOND lebih stabil dan siap digunakan kapan saja, terutama di jam-jam sibuk seperti gajian, awal bulan, atau saat hari raya besar ketika jutaan orang mengaksesnya bersamaan dalam momen-momen tertentu.

Anggoro juga menutukan sistem baru berbasis data (data-driven architecture) ini memungkinkan BSI untuk mempercepat inovasi produk digital, seperti layanan investasi emas digital (bullion bank), kemudahan pendaftaran haji/umrah, hingga fitur sosial Ziswaf yang lebih personal dan transparan.

Dari sisi keamanan, BSI menerapkan sistem perlindungan berlapis (multi-layered security) yang didukung oleh Fraud Detection System berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi anomali transaksi secara real-time. Seluruh proses migrasi dipastikan berjalan dengan kepatuhan ketat di bawah pengawasan OJK dan Bank Indonesia demi menjamin kerahasiaan data nasabah.

Sejalan dengan komitmen tersebut, BSI juga terus meningkatkan alokasi anggaran investasi IT (Capex & Opex) secara berkelanjutan pada 2026 ini. BSI konsisten dalam mengalokasikan dananya untuk meningkatkan pengalaman pelanggan saat menggunakan aplikasi mereka.

Pada 2023 diketahui investasi BSI di IT mencapai Rp1,12 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp1,55 triliun pada 2025. Anggoro tidak menyebutkan secara detail investasi BSI di sektor IT pada tahun ini namun dia memastikan investasi di sektor IT terus dilanjutkan.

“Investasi tersebut difokuskan pada modernisasi core banking, penguatan siber, serta perluasan jaringan digital guna mendorong efisiensi operasional dan memperkokoh posisi BSI sebagai pelopor ekosistem syariah digital di Indonesia,” kata Anggoro.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa yang Demo di DPR Ricuh, Bakar Ban hingga Lempari Polisi dengan Botol
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Dukungan ke Monarki Inggris Merosot, Terendah dalam 30 Tahun
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Roy Suryo dan dr Tifa Akan Disidang di PN Jaktim Terkait Kasus Ijazah Jokowi
• 4 jam laludetik.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2026 Stagnan di Angka Rp2.668.000 per Gram
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Rakyat Butuh MBG! Trending #1 di X Indonesia
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.