Tombol fisik yang bermigrasi ke dalam layar head unit kini menjadi tren di industri otomotif. Bahkan, Mazda yang sejak dulu selalu fokus memberikan pengalaman berkendara ala driver oriented, mulai ikut masuk ke tren itu.
Dilansir Drive, Mazda mendapat sorotan soal peralihan dari tombol fisik ke panel sentuh sejak mereka memperkenalkan Mazda CX-5 generasi terbaru.
Mazda yang terbiasa menyajikan banyak tombol fisik, terutama untuk fungsi esensial, kini ceritanya tak sama lagi. Program Manager Mazda CX-5 (2026), Koichiro Yamaguchi punya argumen yang melandasi desain kontroversial tersebut.
“Pengaturan AC, bisa dioperasikan dengan jari, jika kita harus memasang tombol fisik, itu akan berada di posisi bawah. Kemudian pengemudi harus melihat ke bawah, dan ada 15 tombol yang tampak serupa,” kata Koichiro.
Apalagi ketika deretan tombol itu punya tekstur dan bentuk serupa, hanya beda simbol sesuai fungsinya, maka pengemudi perlu melirik untuk memastikan tombol yang tepat.
“Itu berarti pengemudi harus melihat ke bawah dan memilih tombol yang benar, mengharuskan pengemudi mengalihkan pandangan dari jalan. Jadi daripada itu, lebih baik memiliki kontrol ini di layar (karena lebih tinggi),” sambungnya.
Argumen Koichiro diperkuat ketika ia dan timnya menyematkan secara permanen pengaturan AC di bagian bawah head unit. Sehingga, tombol-tombol sentuh itu tidak akan hilang meski sedang mengakses menu apa pun.
Sejatinya, Mazda CX-5 bukan jadi pionir tombol fisik yang bermigrasi ke layar sentuh. Sebelumnya ada sedan listrik Mazda 6e dan SUV listrik Mazda CX-6e.
Dua model itu tak menimbulkan pertanyaan, sebab mereka dibangun dengan campur tangan pabrikan Tiongkok, Changan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mobil-mobil China sudah ‘menghilangkan’ tombol fisik.
Keputusan orientasi ke layar sentuh kontradiktif dengan ucapan Lead Engineer Mazda North American, Matthew Valbuena yang bertanggung jawab pada Human-Machine Interface (HMI) dan infotainment.
“Berdasarkan riset kami, ketika pengemudi mengulurkan tangan ke arah interface layar sentuh di kendaraan mana pun, mereka secara tidak sengaja akan memberikan torsi pada roda kemudi, dan kendaraan akan keluar dari posisi jalurnya,” jelas Matthew pada 2019 lalu.
Zaman dan tren bergulir, mungkin hanya waktu yang bisa membentuk kebiasaan pengguna mobil untuk beradaptasi dengan tren ini.





