EtIndonesia.com. Pada Jumat (19 Juni), Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara khusus dengan media Axios menyatakan bahwa pada masa jabatan keduanya ia memiliki kekuasaan yang lebih besar dan bekerja lebih efektif dibandingkan pada masa jabatan pertamanya.
Mengenai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Trump menilai bahwa penghentian konflik, turunnya harga minyak, dan pulihnya jalur pelayaran internasional lebih menguntungkan kepentingan Amerika Serikat. Ia juga mengungkapkan bahwa fokus kebijakan berikutnya akan diarahkan kepada Kuba.
Di akhir wawancara, Trump mengkritik sejumlah hakim di Washington, D.C., serta membahas pembangunan aula perjamuan baru di Gedung Putih dan fasilitas pertahanan terhadap drone yang disebut didanai melalui uang pribadinya dan sumbangan dari kalangan dunia usaha.
Trump mengatakan bahwa pada masa jabatan keduanya ia menjadi “lebih berkuasa dan lebih efisien”, yang menurutnya sebagian besar berasal dari pengalaman yang diperoleh selama memimpin pada periode pertama.
Ia menyebut bahwa militer Amerika Serikat telah menghancurkan kemampuan militer Iran secara menyeluruh, termasuk angkatan udara, angkatan laut, dan sistem pertahanan udaranya. Ia juga menegaskan bahwa Iran “tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.”
Menurut Trump, kondisi saat ini—berupa gencatan senjata, penurunan harga minyak, dan pulihnya lalu lintas pelayaran—lebih sesuai dengan kepentingan Amerika Serikat dibandingkan melanjutkan pemboman terhadap Iran.
Trump juga kembali menegaskan bahwa jika pada masa jabatan pertamanya ia tidak menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir Iran dan tidak mengambil tindakan terhadap fasilitas nuklir Iran, maka Israel kemungkinan besar sudah mengalami serangan yang menghancurkan.
Dengan konflik terkait Iran yang menurutnya mulai mereda, Trump mengatakan bahwa perhatian pemerintahannya selanjutnya akan diarahkan ke Kuba. Ia mengungkapkan bahwa Kuba telah menyatakan keinginan untuk memulai dialog dengan Amerika Serikat.
Dalam bidang kecerdasan buatan (AI), Trump berpendapat bahwa pentingnya AI pada masa depan akan melampaui internet dan berpotensi mempercepat terobosan besar di bidang medis.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah AS pernah melakukan intervensi terhadap perusahaan AI Anthropic karena kekhawatiran terkait keamanan nasional. Namun, menurut Trump, setelah perusahaan tersebut memenuhi permintaan pemerintah, kini Anthropic tidak lagi dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional.
Menutup wawancara, Trump melontarkan kritik terhadap para hakim di Washington, D.C., sambil berkelakar bahwa mereka menderita “Trump Derangement Syndrome” (Sindrom Trauma terhadap Trump). Ia juga menyatakan bahwa dirinya menggunakan dana pribadi yang dipadukan dengan sumbangan dari kalangan bisnis untuk membangun aula perjamuan baru di Gedung Putih serta sebuah fasilitas “pelabuhan pertahanan drone” (drone defense harbor).
Laporan oleh reporter NTD Television, Zheng Shengxun, dari Amerika Serikat.





