Ketidakpastian Damai AS-Iran Angkat Dolar, Pound Sterling Tertekan

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Singapura: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin di tengah meningkatnya ketidakpastian atas implementasi kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran.

Sentimen pasar berubah setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali melanjutkan operasi militer di Timur Tengah, sementara Teheran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz.

Mengutip Investing.com, Senin, 22 Juni 2026, pound sterling bergerak melemah setelah pasar mencermati dinamika politik di Inggris. Nilai tukar pound turun 0,24 persen ke level USD1,32055.

Sementara itu, euro melemah 0,1 persen menjadi USD1,1462. Dolar Australia turun 0,19 persen ke USD0,70035, sedangkan dolar Selandia Baru diperdagangkan di level USD0,573.
  Baca juga: Naik 14 Poin, Rupiah Balik Lagi ke Level Rp17.700 Pagi Ini   Ketegangan Timur Tengah dorong permintaan safe haven
Meski ketegangan meningkat, perundingan damai antara AS dan Iran masih berlanjut memasuki hari kedua di Swiss. Negosiasi tersebut mengacu pada nota kesepahaman yang disepakati pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata sejak April selama 60 hari ke depan.

Data pelayaran menunjukkan jumlah kapal yang melintasi jalur tersebut turun tajam pada Minggu, setelah Iran mengumumkan penutupan kembali selat itu. Kondisi ini mendorong harga minyak mentah Brent naik 1,30 persen menjadi USD81,62 per barel.

Analis Commonwealth Bank of Australia menilai pasar kini akan mencermati arah kebijakan fiskal yang mungkin diusung Burnham. Mereka memperingatkan potensi pelonggaran aturan fiskal dapat memicu tekanan di pasar obligasi Inggris dan memperlemah pound lebih lanjut.

"Pelonggaran aturan fiskal berpotensi mendapat respons negatif dari pasar obligasi Inggris dan menekan pound sterling," tulis analis CBA.


(Dolar AS. Foto: Freepik)
  Imbal hasil obligasi AS menguat
Tekanan di pasar obligasi pemerintah AS juga berlanjut pada awal pekan. Imbal hasil obligasi tenor dua tahun naik ke level 4,2276 persen, tertinggi sejak awal 2025.

Pelaku pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 43 basis poin sepanjang tahun ini, dengan peluang kenaikan 25 basis poin pada September sudah sepenuhnya diperhitungkan pasar.

Ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama menjadi faktor utama yang menopang penguatan dolar AS di pasar global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY Buka Lowongan Magang, Cek Syaratnya
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi tangkap pencuri motor ojol di Jakut dua jam setelah beraksi
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
KPK panggil lima ASN Imigrasi pada kasus pemerasan izin tinggal WNA
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Ruben Onsu Akhirnya Bertemu Sarwendah dan Anak-Anaknya
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Megawati Terima Tokoh GNB: Tukar Gagasan hingga Diskusi Kebangsaan
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.