Netanyahu Bersumpah Iran Tak Akan Punya Bom Nuklir, Sebut Rezim Teheran di Ambang Kejatuhan

viva.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Israel, VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menegaskan komitmennya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, Netanyahu menyatakan bahwa salah satu tujuan utama operasi militer Israel adalah menggagalkan upaya Teheran mengembangkan bom atom yang dinilai mengancam keberadaan negara Yahudi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam sebuah acara publik di Tel Aviv pada Minggu, 21 Juni 2026 waktu setempat. Menurutnya, rangkaian operasi militer yang dilakukan Israel, termasuk serangan bersama Amerika Serikat terhadap sejumlah target strategis Iran, telah berhasil menghilangkan ancaman yang selama ini dianggap sebagai bahaya eksistensial bagi Israel.

Baca Juga :
AS Dilaporkan Jalin Kontak dengan Oposisi Israel, Cari Pengganti Netanyahu
Delegasi Iran 'Walk Out' saat Perundingan dengan AS di Swiss, Alasannya Gegara Ancaman Trump

Netanyahu menilai langkah tersebut berhasil menghentikan rencana Iran yang disebutnya bertujuan untuk menghancurkan Israel melalui pengembangan senjata nuklir.

"Kita mencegah Iran melaksanakan rencana untuk memusnahkan kita dan hari ini mereka seharusnya sudah memiliki bom atom untuk melakukannya," kata Netanyahu, dikutip dari AFP, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa tindakan militer yang diambil Israel telah mencegah Iran mencapai kemampuan nuklir yang menurutnya dapat digunakan untuk menyerang Israel.

"Kita mencegah hal itu terjadi. Kita menghilangkan bahaya eksistensial. Seandainya kita tidak bertindak, Iran akan memiliki bom atom dan mereka akan menggunakannya," ujarnya.

Klaim Serangan Beri Pukulan Berat bagi Garda Revolusi Iran

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu juga mengklaim bahwa serangan gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah memberikan dampak besar terhadap kekuatan militer Iran, khususnya Garda Revolusi Iran.

Menurut dia, serangan tersebut telah melemahkan kemampuan organisasi militer elite Iran itu hingga berpotensi tidak dapat pulih dalam waktu yang lama.

Netanyahu bahkan menilai kondisi internal Iran saat ini semakin rapuh. Ia menyebut adanya jurang yang semakin lebar antara pemerintah Iran dan rakyatnya.

"Karena begitu Anda memberikan pukulan-pukulan ini dan begitu keretakan antara rezim dan rakyat begitu dalam, Anda tidak dapat mengatakan kapan rezim seperti itu akan jatuh," kata Netanyahu.

Pernyataan tersebut memperlihatkan keyakinan pemerintah Israel bahwa tekanan militer yang terus berlangsung dapat memicu perubahan politik di Iran.

Baca Juga :
Lagu Kebangsaan Iran Kembali Dicemooh di Piala Dunia 2026 Sebelum Laga Kontra Belgia
Amerika Serikat Bakal Pusing, Timnas Iran Jaga Peluang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Belgia
Menlu Pakistan: Hubungan AS dan Iran Alami Kemajuan Besar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
GPSO Kantongi Restu Perubahan Kegiatan Usaha dan Private Placement
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Resmi! Persib Depak Bomber Spanyol yang Hanya Main 8 Kali dan Tanpa Cetak Gol Musim Lalu
• 7 jam lalubola.com
thumb
PDIP ke NasDem-Demokrat: Urus Partai Sendiri yang Sedang Digerogoti
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Ancam Serang Iran Terkait Aksi Hizbullah, Pembicaraan Damai Berpotensi Batal
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Stasiun KRL JIS Diresmikan, Siap Layani Penonton Konser dan Sepak Bola
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.