Misteri Popok Bayi Diduga Beracun di Tiongkok, Keterangan Berubah-ubah Picu Kecurigaan

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Baru-baru ini, dugaan bahwa popok bayi di Tiongkok mengandung zat beracun memicu kehebohan publik. Namun, seiring berjalannya waktu, kasus ini terus mengalami perubahan arah. Perusahaan-perusahaan terkait membantah keras tuduhan tersebut, pakar yang dikutip dalam laporan awal juga menyangkal pernah membuat pernyataan seperti yang diberitakan, tetapi kemudian muncul tuduhan bahwa penyangkalan itu dilakukan karena tekanan dari pihak berwenang.

Akibatnya, pihak pelapor dan produsen saling mempertahankan versinya masing-masing, sementara sebuah isu yang menyangkut kesehatan banyak bayi berubah menjadi kontroversi yang penuh kebingungan. Hingga kini, otoritas pemerintah PKT belum memberikan pernyataan resmi.

Media pemerintah melaporkan popok bayi mengandung formamida

Pada 18 Juni, Economic Information Daily (《經濟參考報》) menerbitkan laporan investigasi yang menyebutkan bahwa sejumlah merek popok bayi terkenal seperti Huggies (好奇), Beaba Baby (碧芭寶貝), dan Babycare diduga mengandung formamida suatu senyawa kimia yang disebut memiliki sifat toksik.

Laporan tersebut menyatakan bahwa:

Laporan itu juga mengutip seorang pakar bernama Yu Zhaoyan, yang disebut menyerukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh industri popok serta revisi standar nasional guna menutup celah pengawasan.

Setelah berita tersebut terbit, media sosial ramai diperbincangkan. Banyak orang tua merasa cemas; beberapa ibu bahkan membuang persediaan popok di rumah mereka pada malam itu juga. Kolom komentar siaran langsung berbagai merek dipenuhi pertanyaan dari konsumen, sementara sejumlah supermarket dan toko perlengkapan bayi menarik produk yang disebut dalam laporan dari rak penjualan.

Situasi berbalik

Pada 19 Juni dini hari, berbagai produsen popok yang disebut dalam laporan mengeluarkan pernyataan resmi dengan nada tegas. Mereka menyatakan bahwa:

Selain itu, Asosiasi Industri Kertas Tiongkok mengkritik laporan tersebut karena dianggap kurang ilmiah. Menurut mereka, laporan hanya menyebut adanya “deteksi formamida” tanpa mengungkapkan data penting seperti kadar yang ditemukan, lembaga penguji, maupun metode pengujian yang digunakan.

Pada saat yang sama, Pusat Kesehatan Klinis Masyarakat Provinsi Shandong menyatakan bahwa mereka “tidak pernah melakukan penelitian tersebut.”

Pakar yang dikutip, Yu Zhaoyan, juga membantah isi laporan. Ia mengatakan tidak pernah diwawancarai secara resmi dan hanya menjelaskan karakteristik ilmiah formamida kepada seorang teman yang kebetulan berprofesi sebagai wartawan. Menurutnya, ia tidak pernah mengaitkan zat tersebut dengan popok bayi maupun menyarankan revisi standar nasional.

Akibatnya, opini publik pun berubah arah. Banyak orang mulai menuduh wartawan sengaja menyebarkan informasi yang belum terbukti untuk menarik perhatian publik, merusak reputasi merek-merek besar, dan menimbulkan kepanikan di pasar produk ibu dan bayi.

Rekaman suara muncul, cerita kembali berbalik

Pada 19 Juni malam, wartawan yang menulis laporan, Wang Wenzhi, menanggapi semua kritik tersebut. Ia menyatakan bahwa sebelum artikel diterbitkan, seluruh bagian yang berkaitan dengan Yu Zhaoyan telah dikonfirmasi langsung dengannya dan tidak ada kutipan yang dipotong atau dipelintir.

Wang juga mengklaim bahwa pernyataan bantahan Yu Zhaoyan dibuat setelah mendapat tekanan dari lebih dari sepuluh pimpinan rumah sakit, yang memaksanya menandatangani dokumen penyangkalan dan kemudian sengaja menyebarkannya kepada publik.

Bersamaan dengan itu, Wang merilis rekaman audio yang diklaim mendukung tuduhannya. Dalam rekaman tersebut, Yu Zhaoyan terdengar mengatakan:

“Lebih dari sepuluh pimpinan duduk di sana dengan wajah serius menatap saya. Sekretaris partai berkata, ‘Semua masalah ini muncul karena ulah Anda.’ Selama proses itu, tidak ada seorang pun yang peduli bagaimana anak-anak ini akan dirawat, bagaimana pemeriksaan mereka akan dilakukan, atau bagaimana tuntutan para orang tua akan ditangani.”

Kebenaran masih belum jelas

Seorang warganet berkomentar bahwa dalam waktu 48 jam, kasus ini telah mengalami tiga kali perubahan arah, sehingga kebenarannya masih menjadi misteri.

Hingga kini, lembaga pemerintah PKT yang berwenang belum memberikan tanggapan resmi mengenai perkara tersebut.

Banyak komentar warganet mengkritik bahwa fokus perdebatan telah bergeser dari persoalan utama. Menurut mereka, perhatian publik kini lebih tertuju pada siapa yang berbohong daripada pada pertanyaan mendasar:

Sebagian warganet juga menilai bahwa yang terjadi bukanlah upaya menjelaskan fakta melalui data ilmiah, melainkan saling menyalahkan dan membungkam pihak tertentu.

Komentar lain menyebut:

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Legislator Minta Pria Penyekap Pacar 3 Tahun Dijerat Pasal Berlapis
• 53 menit laludetik.com
thumb
Hotman Paris Ungkap Identitas dan Foto Pelaku Penyekapan 3 Tahun di Bandung
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Atlet Binaan KONI DKI Terima Penghargaan DPRD pada HUT ke-499 Jakarta
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
12 tim siap berburu juara Milklife Soccer Challenge All-Stars 2026
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Benteng perlindungan bagi orangutan morio di Kalimantan Timur
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.