Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berbicara mengenai kelanjutan pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di kawasan pantura Jawa.
AHY menjelaskan pada tahap awal pembangunan tanggul laut itu akan fokus di Teluk Jakarta dan Jawa Tengah, utamanya segmen Demak, Semarang, dan Kendal.
“Kita akan fokus nanti di teluk Jakarta dan di segmen Demak, Semarang dan Kendal. Fokusnya di situ dulu, walaupun kami merencanakan bersama Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa dari Banten hingga Jawa Timur, kurang lebih 575 km,” kata AHY ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (22/6).
AHY menjelaskan nantinya GSW tidak hanya berfokus pada pembangunan tanggul, melainkan juga pemanfaatan unsur alami seperti mangrove.
“Kami berharap dan terus mendorong di tahun ini kita bisa ada progres yang lebih real lagi, karena memang membangun blueprint-nya bukan hanya terkait dengan tanggul, tapi bagaimana kawasan pantura ini bisa lebih berkembang secara ekonomi,” ujar AHY.
Selain itu, AHY juga ingin GSW menggunakan skema pembiayaan inovatif, salah satunya dengan Land Value Capture (LVC) karena kebutuhan anggaran proyek tersebut cukup besar. Dengan begitu, AHY yakin bahwa akan muncul pusat-pusat ekonomi baru di Pantura jika skema LVC dilakukan.
“Ada seperti Land Value Capture yang kita juga tawarkan, karena investasi harus kita datangkan, karena ini anggarannya besar. Dan kita juga berharap justru akan terjadi konektivitas antar wilayah yang semakin baik dan menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan baru. Selain menjaga apa yang sudah menjadi kawasan industri strategis atau kawasan ekonomi khusus yang tergelar di sepanjang Pantura tadi,” kata AHY.





