JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah perwakilan massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Jakarta bertemu dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro untuk menyampaikan tuntutan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan.
Massa memberi waktu sepekan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut.
Kordinator aksi, Edy Marzuki mengatakan, Aliansi Warga Jakarta meminta pemerintah tetap melanjutkan program MBG meski terdapat persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya.
Baca juga: Demo di Monas, Aliansi Warga Jakarta Tuntut Korupsi BGN Diberantas tapi MBG Tetap Lanjut
Ia menegaskan pihaknya mendukung penindakan terhadap pihak yang terlibat korupsi, tetapi tidak menghendaki program MBG dihentikan.
"Tuntutan kami, kami sampaikan supaya disampaikan kepada bapak presiden. Maka kami datang untuk mendukung bapak Prabowo untuk memenjarakan koruptor, oligarki, dan kaki-kaki tangannya," ujar dia saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Edy mengatakan, massa memberi waktu satu pekan kepada pemerintah untuk merespons tuntutan tersebut.
Baca juga: Demo Dukung MBG di Monas Bubar, Jalan Medan Merdeka Selatan Kembali Dibuka
Apabila tidak ada tindaklanjut dari pihak pemerintah, ia memastikan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa aksi yang lebih banyak.
"Bila seminggu ke depan tidak juga dilanjutkan program MBG, mungkin kita akan buka kran seluruh Indonesia untuk datang ke Jakarta," ujar dia.
Mengenai pertemuannya dengan Wamensesneg, Edy memastikan bahwa Wamensesneg sangat mendukung para massa aksi dan berjanji akan menyampaikannya ke Prabowo.
Baca juga: Qodari Ungkap Alasan MBG Dihentikan Selama Libur Sekolah
"Sangat mendukung pak Wamen, dan pak Wamen berjanji membawa masalah ini, apa yang kami sampaikan kepada bapak Presiden Prabowo Subianto," kata dia.
Ia menjelaskan, Aliansi Warga Jakarta memberi dukungan agar program MBG tetap dilakukan karena melihat program tersebut dirasakan manfaatnya oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia.
"Ternyata MBG luar biasa. MBG membawa berkah kepada ibu-ibu yang hari ini tidak pernah mengecap bangku sekolah, bisa bekerja di MBG sebagai buruh cuci ompreng. Adik-adik kami yang tidak pernah sekolah bisa bekerja di MBG," ucap dia.
Baca juga: Dugaan Jual Beli Titik SPPG Mencuat, Ketua DPRD Lampung Minta Oknum yang Mainkan MBG Bertobat
Sebelumnya, massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Jakarta menggelar aksi demonstrasi di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026), menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan oleh pemerintah.
Yadi salah seorang koordinator aksi dari Aliansi Warga Jakarta menjelaskan, aksi demo yang digelar ditujukan untuk menyuarakan dukungan sejumlah warga Jakarta yang mendapatkan manfaat dari MBG.
"Jadi kami ada beberapa hal, salah satunya adalah mendukung program pemerintah, yaitu program MBG. Kenapa? Karena kami melihatnya, kalau di Jakarta ya, di Jakarta itu berjalan dengan baik gitu lho, lancar tanpa ada sesuatu kendala apa pun," kata dia.
Baca juga: Ribuan Relawan MBG Geruduk DPRD Lumajang, Minta Tata Kelola Dibenahi
Ia menjelaskan, massa menyadari adanya kasus korupsi yang menyeret nama eks kepala BGN Dadan Hindayana.
Maka dari itu, mereka menuntut agar korupsi yang terjadi pada program MBG juga segera ditindak.
"Namun terkait dengan beberapa permasalahan yang sudah beredar, apalagi eks kepala BGN ya yang ditangkap, itu kan secara personal yang merugikan kita rakyat, kurang lebih Rp 70 triliun ya, gitu lho," ucap dia.
"Nah, terkait semua itu makanya tuntutannya: koruptor wajib ditangkap. Akan tetapi, untuk program MBG harus dilanjutkan sesuai dengan program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak kita," tambah Yadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




