Ringkasan Berita:
- Pemkab Pasuruan menegaskan komitmen mempertahankan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan memperketat alih fungsi lahan.
- Perbaikan jaringan irigasi dan pengaturan distribusi air terus dilakukan untuk mendukung produktivitas pertanian.
- Petani didorong menggunakan varietas padi berumur pendek guna mengantisipasi dampak perubahan iklim.
- Pemkab juga mengajak DPRD memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Pasuruan (beritajatim.com) – Langkah strategis perlindungan sektor pangan menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam memberikan jawaban atas pemandangan umum yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pasuruan dalam sidang paripurna ketiga. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan lahan pertanian pangan dari alih fungsi lahan yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan daerah.
Pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan pemutakhiran data lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di seluruh wilayah. Selain itu, pengawasan terhadap tata ruang juga akan diperketat sebagai langkah menjaga keberlanjutan kawasan pertanian.
“Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan adalah mempertahankan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan memperketat alih fungsi lahan sesuai ketentuan,” ujar Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori saat membacakan nota jawaban dalam sidang paripurna ketiga.
Pria yang akrab disapa Gus Sobri itu menambahkan, pemerintah daerah juga terus mendorong penerapan inovasi teknologi budidaya pertanian serta penguatan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas hasil panen.
Terkait keluhan mengenai saluran air di area persawahan, perbaikan berkala terhadap jaringan irigasi primer maupun sekunder dipastikan terus dilakukan berdasarkan hasil musyawarah perencanaan pembangunan. Distribusi air irigasi juga diatur secara bergilir agar seluruh kelompok tani memperoleh pasokan air secara adil.
Dalam menghadapi ancaman gagal panen akibat perubahan iklim, organisasi perangkat daerah terkait secara rutin menggelar sekolah lapang dan melakukan monitoring hama terpadu. Petani juga didorong menanam varietas padi berumur pendek yang dinilai lebih adaptif menghadapi musim kemarau.
“Kami juga membutuhkan dukungan dari semua pihak, dalam hal ini DPRD Kabupaten Pasuruan untuk memberikan masukan dan terobosan dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah,” tambah Gus Sobri di hadapan jajaran legislatif.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi faktor penting dalam memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga mengonfirmasi adanya penerimaan dana hibah kemitraan dari pihak swasta yang dialokasikan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Seluruh penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari nota jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam pembahasan agenda pemerintahan daerah. [ada/beq]




