HUT ke-499 Jakarta, Pengamat: Solusi Macet Bukan Proyek Transportasi, tapi ERP

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai persoalan kemacetan di Jakarta tidak cukup diselesaikan hanya dengan pembangunan proyek transportasi massal seperti LRT dan MRT, melainkan membutuhkan kebijakan pengendalian kendaraan pribadi seperti Electronic Road Pricing (ERP).

Menurut dia, pembangunan infrastruktur transportasi seperti LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai dan MRT Fase 2A memang penting, namun tidak secara langsung mengurangi kemacetan jika penggunaan kendaraan pribadi tetap tinggi.

“ERP segera dipasang,” kata Deddy saat dimintai tanggapan oleh Kompas.com, Senin (22/6/2026).

Baca juga: Pramono Klaim Transjabodetabek Meluas, Pengamat: Warga Tetap Pakai Mobil jika Bus Kurang

LRT dan MRT berfungsi sebagai moda utama (trunk line), sementara kebutuhan transportasi harian masyarakat juga bergantung pada sistem pengumpan atau feeder seperti angkutan kota.

Ia menilai, tanpa pengaturan penggunaan kendaraan pribadi, beban jalan tetap akan tinggi meskipun proyek transportasi publik terus dikembangkan.

"Dulu moda metro mini atau kopaja ini bisa masuk di jalan-jalan lingkungan jadi masyarakat bisa ke pasar biasa naik ini dan anak sekolah juga biasa naik ini nyaman karena headway hanya 1 menit dan setiap saat bila dibutuhkan ada," kata Deddy.

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan sejumlah capaian pembangunan di berbagai sektor.

Baca juga: Di Balik Klaim Konektivitas Jabodetabek, Pengamat Sebut Jakarta Masih Kekurangan 4.000 Bus

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di bidang transportasi, Pramono menyebut Pemprov DKI terus memperkuat konektivitas Jabodetabek melalui layanan Transjabodetabek, serta menyiapkan sejumlah proyek strategis seperti pengoperasian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, hingga pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas.

Pramono menegaskan bahwa berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya Jakarta menuju kota global dan persiapan menuju 500 tahun Jakarta pada 2027.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhaj Sumbar: 7 Haji Debarkasi Padang Masih Dirawat di Tanah Suci
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bupati Sumenep : Haji Awal Tanggung Jawab Moral Amalkan Nilai Ibadah
• 1 jam laluberitajatim.com
thumb
BP Batam Gandeng BRIN Perkuat Ketahanan Air dan Dorong Industri Hijau
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
5 Terduga Pelaku Pungli di Wisata Lamreh Aceh Ditangkap
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Detik-detik Keluarga Bertemu YTR, Telepon dari Pelaku Penyekapan Jadi Awal Mula
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.