TABLOIDBINTANG.COM - Influencer kuliner Farida Nurhan meluapkan kekesalannya setelah mengetahui sejumlah konten yang ia produksi bersama timnya ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Lewat unggahan di media sosial, Farida mengaku timnya menemukan sedikitnya 10 video hasil perjalanan konten kuliner di Tegal, Solo, Karanganyar hingga kawasan Gunung Lawu yang digunakan dalam satu program televisi yang tayang setiap sore.
Menurut Farida, kondisi tersebut membuatnya merasa tidak nyaman karena proses pembuatan konten membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit.
"Enaklah jadi stasiun TV sekarang, tinggal naikkan video yang konten kreator bikin tanpa ijin, untung iklan dan lainnya mereka yang mbadhok," tulis Farida seperti dilihat tabloidbintang.com.
Ia kemudian menjelaskan berbagai pengeluaran yang harus ditanggung kreator ketika membuat sebuah konten, mulai dari perjalanan, biaya bahan bakar, tol, hotel, proses pengambilan gambar hingga tahap penyuntingan video.
"Nggak mikir yang bikin video nyiptain ide, perjalanan jauh, biaya solar naik, tol, hotel, biaya shooting, ngedit, thumbnail, caption," lanjutnya.
Soroti Penggunaan Konten Secara Berulang
Farida mengaku sebenarnya memahami bahwa beberapa platform maupun lembaga terkait memperbolehkan penggunaan video kreator dengan mencantumkan sumber dan nama pembuat konten.
Namun yang membuatnya kecewa adalah penggunaan konten tersebut dilakukan berulang kali dalam jumlah banyak dalam periode yang sama.
"Faham stasiun TV dan programnya diperbolehkan Youtube dan KPAI nyomot video kita dengan embel-embel info sumber dan nama kreatornya. Seminggu sekali ok lah," ungkapnya.
"Tapi masalahnya semua video kuliner marathonku kemarin Tegal-Solo-Karanganyar-Gunung Lawu dipake semua oleh satu program TV itu seminggu ini," sambung Farida.
Meski mengakui tayangan tersebut tidak memuat pemberitaan negatif dan justru menampilkan kontennya secara positif, Farida tetap merasa keberatan karena usaha besar yang dikeluarkan timnya seolah tidak mendapat penghargaan yang layak.
"Walaupun tidak ada berita busuk di dalamnya, semuanya bagus tapi nyesek aja gitu. Omay yang keluarin uang banyak, tenaga, waktu, mereka tinggal naik-naikkan aja," ungkapnya.
Farida juga menyebut kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, penggunaan konten kreator oleh stasiun televisi tanpa komunikasi maupun izin telah berulang kali ia alami.




