Konflik Timteng Tak Menentu, AirAsia Fokus Garap Pasar ASEAN

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

AirAsia fokus menggarap pasar Asia Tenggara atau ASEAN di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

AirAsia fokus menggarap pasar Asia Tenggara atau ASEAN di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. (Foto: Ist)

IDXChannel - Maskapai penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier/LCC), AirAsia fokus menggarap pasar Asia Tenggara atau ASEAN. Langkah ini dilakukan di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah yang tak menentu, sehingga berdampak pada permintaan perjalanan udara.

AirAsia berupaya memaksimalkan ceruk pasar kawasan Asia Tenggara sebagai satu di antara pasar utama pendulang pendapatan. Selain itu, maskapai terus mengembalikan kapasitas penerbangan secara bertahap di seluruh jaringan grup dan menargetkan pemulihan kapasitas secara penuh pada Agustus 2026. 

Baca Juga:
AirAsia Indonesia (CMPP) Angkut 5,91 Juta Penumpang pada 2025, Pendapatan Tembus Rp7,87 Triliun

AirAsia yang berkembang menjadi penyedia platform perjalanan dan gaya hidup digital itu saat ini melayani lebih dari 150 destinasi di Asia, Eropa, dan Timur Tengah (Timteng).

Group CEO AirAsia, Bo Lingam mengatakan, periode beberapa bulan terakhir menjadi momentum penting bagi AirAsia untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan ketahanan operasional.

Baca Juga:
Bos AirAsia Berencana Luncurkan Maskapai Baru di Tengah Krisis Minyak

"Kami tetap fokus memperkuat operasional, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat pemanfaatan teknologi berbasis AI dan data untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif. Hasilnya, AirAsia kini menjadi organisasi yang lebih tangguh, lincah, dan siap menghadapi peluang pertumbuhan di masa depan," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).

Bo menekankan, sektor penerbangan dan pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian berbagai negara di ASEAN. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga daya saing industri agar pemulihan dan pertumbuhan sektor ini dapat terus berlanjut.

Sejalan dengan itu, AirAsia juga memperluas jaringan melalui pembukaan sejumlah destinasi baru, termasuk Busan, Bahrain, London, Batam, serta berbagai rute lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan perjalanan sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah di Asean yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan ekonomi.

Bo menambahkan, tren penurunan harga avtur saaat ini juga memberikan peluang bagi AirAsia untuk terus menghadirkan nilai terbaik bagi pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan perjalanan dan aktivitas ekonomi di kawasan.

Dalam dua kuartal terakhir, AirAsia terus memperkuat fondasi operasional melalui pengelolaan armada yang disiplin, optimalisasi jaringan, serta pengendalian biaya yang berkelanjutan.

"Seiring meningkatnya permintaan perjalanan, kami ingin memastikan manfaat konektivitas udara tetap dapat diakses oleh semua kalangan. Untuk itu, kolaborasi antara maskapai, pengelola bandara, regulator, dan pelaku industri pariwisata menjadi sangat penting dalam menjaga biaya perjalanan tetap terjangkau bagi masyarakat," pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Pusat Finansial Internasional, Tawarkan Insentif Pajak
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Roy Suryo dan dr Tifa Akan Disidang di PN Jaktim Terkait Kasus Ijazah Jokowi
• 5 jam laludetik.com
thumb
Pemadaman Listrik di Pulau Jawa Rampung, PLN Upayakan All Out 24 Jam
• 11 jam laludisway.id
thumb
Pemerintah Gelontorkan Paket Stimulus Rp 26,34 T untuk Jaga Ekonomi Semester II
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Aturan dan Jam Larangan Parkir di Jalan Mayjen Sutoyo Cawang
• 3 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.