Buku "Militer Pemikir, Pemikir Militer", Membaca Gagasan Reformasi TNI Agus Widjojo

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerbit Kompas resmi meluncurkan buku memoar Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo berjudul "Militer Pemikir, Pemikir Militer", di Kompas Institute, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Buku tersebut membedah secara mendalam gagasan almarhum Agus Widjojo mengenai transformasi TNI menuju postur militer modern yang profesional dan patuh pada supremasi sipil.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Periode 2003-2007 Erry Riana Hardjapamekas menyebut, Agus Widjojo merupakan sosok yang konsisten, bernalar jernih, serta berintegritas.

Erry memandang, Agus Widjojo sebagai arsitek utama paradigma baru TNI, yang memiliki keyakinan bahwa militer yang kuat adalah militer yang tahu batas dirinya.

Baca juga: 2 Demo di Jakarta Hari Ini, 4.057 Personel Polri-TNI Disiagakan

"Bahwa profesionalisme sejati hanya tumbuh ketika militer berdiri pada posisi konstitusionalnya, tunduk pada otoritas sipil yang demokratis. Baginya, itu bukan kekalahan, itu kematangan," kata Erry, dalam sambutannya.

Akademisi Marcus Mietzner membaca pemikiran Agus Widjojo dari aspek struktural.

Agus dinilai sebagai figur yang berani mendahului zamannya dengan mengusulkan perombakan komando teritorial agar sejalan dengan doktrin militer internasional di abad ke-21.

Marcus mengatakan, bagi Agus Widjojo, mempertahankan sistem teritorial lama di era modern adalah sebuah kekeliruan fungsional.

"Pak Agus, sama dengan banyak pengamat militer yang lain, menganggap bahwa struktur itu walaupun di masa lalu mungkin ada keperluannya, namun pada abad ke-21 sudah tidak bisa dianggap fungsional lagi," ujar dia.

Baca juga: Oditur Tak Ajukan Banding Vonis 4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras

Oleh karena itu, menurut dia, adanya penambahan Kodam dan Batalyon Pembangunan, dinilai bertolak belakang dengan cita-cita modernisasi bertahap yang digagas almarhum.

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto menilai, sosok Agus Widjojo selalu berorientasi pada bagaimana membangun taktik pertempuran dan logistik yang solid agar TNI menjadi tentara yang disegani secara profesional.

Endriartono juga mengenal sosok Agus yang keras melarang siapa pun yang memegang kekuasaan politik untuk merusak independensi kelembagaan TNI demi kepentingan pribadi.

"Jangan pernah sekali pun siapa pun dia mau eks jenderalnya TNI kek, mau Marsekal udaranya TNI kek, Laksamana lautnya TNI kek, jadi presiden lalu dia dengan semena-mena mengobrak-abrik TNI hanya untuk kepentingan dirinya mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan" ungkap dia.

Baca juga: 4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Buku berjudul "Militer Pemikir, Pemikir Militer" tersebut merangkum tulisan dari para sejawat, akademisi, dan aktivis.

Sejumlah tokoh hadir membedah buku tersebut antara lain Marcus Mietzner, Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto, Johny J Lumintang, dan Jaleswari Pramodhawardhani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tebar Diskon Belanja
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Aturan dan Jam Larangan Parkir di Jalan Mayjen Sutoyo Cawang
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Polda Metro Tegaskan Proses Hukum Roy Suryo-Dokter Tifa sesuai Aturan dan Bisa Dipertanggungjawabkan
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Wapres Pastikan Penguatan Layanan Kesehatan untuk Wilayah 3T
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wamendagri Apresiasi Pemprov Papua Gelar Pengobatan Gratis dan Donor Darah
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.