Kekeringan Meluas, BNPB Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan NTB

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026). (Sumber: ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Purbalingga)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tiga provinsi mulai mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih untuk merespons luasnya dampak kekeringan akibat musim kemarau 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan distribusi air bersih dilakukan menggunakan truk tangki secara intensif di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Merespons meluasnya persoalan air bersih akibat musim kemarau, armada tangki dari BPBD di tiap-tiap wilayah bergerak simultan guna memastikan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari warga dapat terpenuhi," ujar Abdul Muhari di Jakarta, Senin (22/6/2026), dikutip dari Antara.

Baca Juga: Jelang Puncak Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Cuaca Malam Hari Berpotensi Semakin Dingin

Di Jawa Barat, kekeringan melanda Kabupaten Bekasi, khususnya warga Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, serta Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Bantuan awal yang disalurkan mencapai 10.000 liter air bersih.

Sementara di Nusa Tenggara Barat, kondisi serupa terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Bima. Petugas menyalurkan 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi.

Di Jawa Tengah, salah satu wilayah yang terdampak adalah Kabupaten Banjarnegara. BPBD setempat mengirimkan empat tangki air dengan total volume 20.000 liter untuk membantu warga Desa Serang, Kecamatan Bawang.

Selain Banjarnegara, sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah juga mulai mengalami kesulitan air bersih, termasuk Kabupaten Purbalingga dan Cilacap.

Tiga Desa di Purbalingga Mulai Terdampak Kekeringan

BPBD Kabupaten Purbalingga mencatat tiga desa mulai terdampak kekeringan seiring datangnya musim kemarau 2026.

Baca Juga: Daftar Wilayah Alami Puncak Musim Kemarau Juli-September 2026 menurut Prediksi BMKG

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Revon Haprindiat menyebut wilayah yang telah melaporkan kejadian kekeringan yakni Desa Serang dan Desa Kutabawa di Kecamatan Karangreja, serta Desa Wanogara Wetan di Kecamatan Rembang.

"Sampai dengan saat ini yang sudah melaporkan dan dilakukan dropping (pendistribusian) bantuan air, yakni Desa Serang dan Kutabawa. Sedangkan Desa Wanogara Wetan baru melaporkan, belum dilakukan dropping air karena penampung air belum siap," kata Revon.

Warga Desa Serang dan Kutabawa yang berada di kawasan lereng Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut mulai mengalami krisis air bersih.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • kekeringan 2026
  • musim kemarau 2026
  • BNPB
  • BPBD
  • bantuan air bersih
  • krisis air bersih
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Kekayaan, Kemampuan Tata Kelola yang Pengaruhi Usia Orang Indonesia
• 10 jam laludetik.com
thumb
Mayoritas Warga Israel Anggap Iran Menangi Perang Timur Tengah
• 9 jam laludetik.com
thumb
Daftar Diskon Tiket Transportasi Sambut Liburan Sekolah 2026, Jangan sampai Kehabisan!
• 9 jam laludisway.id
thumb
Rivalitas AS-China Makin Tegang, 46 Perusahaan Termasuk Lockheed Martin Diblokir
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
2 Perusahaan di Siak Disegel KKP, Gunakan Ruang Laut 6.000 KM Persegi Tanpa Izin
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.