Waspada Modus Penipuan Ini, Pelaku Mengubah Data pada Dokumen Asli Bea Cukai

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Masyarakat kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.

Salah satu modus yang kini ditemukan adalah penggunaan dokumen Surat Penetapan Pembayaran Bea Masuk, Cukai, dan/atau Pajak (SPPBMCP) dengan nomor dokumen asli, tetapi isi dan data di dalamnya telah dipalsukan oleh pelaku.

BACA JUGA: Dorong Potensi Ekspor UMKM, Bea Cukai Malang Perkuat Sinergi dengan Berbagai Pihak

Kasus ini terungkap setelah pemilik akun Tiktok @mma*******inoke pada 2 Juni 2026 menghubungi Bea Cukai untuk memastikan kebenaran informasi mengenai sebuah paket kiriman luar negeri yang disebut berasal dari seseorang bernama Rashid Muhammad di London dan ditujukan kepada Sof*****n di Brebes, Jawa Tengah.

Untuk meyakinkan calon korban, pelaku menyertakan sejumlah dokumen yang tampak resmi, mulai dari dokumen pengiriman dengan nomor resi yang mencantumkan nama perusahaan pengiriman hingga dokumen SPPBMCP tampak asli, yang memuat data seperti nomor surat, tanggal surat, nama pengirim, tujuan paket, dan berbagai rincian barang kiriman bernilai tinggi, seperti uang dolar, perhiasan, tas, dan jam tangan.

BACA JUGA: Program Beasiswa IWIP dan WBN Dukung Lahirnya Talenta Industri Masa Depan

Terhadap paket tersebut, pelaku kemudian meminta korban membayar biaya sebesar Rp 1,7 juta agar paket dapat dikirim ke alamat tujuan.

Pembayaran diminta ditransfer ke rekening pribadi dengan nomor rekening 00070745625 atas nama Yospik Arki Agustian dengan alasan untuk menyelesaikan proses pengeluaran barang.

BACA JUGA: Peredaran Rokok Ilegal Masih Jadi Tantangan Serius, Bea Cukai Gencar Lakukan Ini

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas berdasarkan nomor dokumen SPPBMCP yang dikirim pelaku, diketahui atas nomor paket tersebut ada , tetapi memuat rincian pengirim, tujuan paket, dan barang yang dikirim tidak sesuai dengan dokumen yang dikirim pelaku.

Jadi dokumen SPPBMCP yang digunakan ternyata merupakan hasil manipulasi.

Pelaku diketahui menggunakan nomor dokumen yang memang terdaftar, tetapi mengubah isi dokumen untuk menyesatkan calon korban.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo mengungkapkan modus penipuan berkembang, termasuk dengan memanfaatkan nomor dokumen yang benar lalu dimanipulasi isi di dalamnya.

"Karena itu, masyarakat harus selalu melakukan verifikasi langsung kepada Bea Cukai apabila menerima tagihan atau dokumen yang mencurigakan,” pesan Budi Prasetiyo.

Dari keterangan korban, pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran berharga.

Dalam kejadian terdahulu, korban pernah mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta setelah mempercayai klaim adanya paket kiriman luar negeri yang berisi barang berharga.

Saat itu korban diminta sejumlah uang dengan alasan untuk mempercepat proses pengiriman dan memenuhi ketentuan pemerintah.

Dari kasus ini, Budi mengimbau masyarakat untuk mengenali berbagai karakteristik penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, mulai dari permintaan transfer ke rekening pribadi, pengiriman barang-barang berharga, hingga komunikasi melalui akun atau nomor yang tidak resmi.

“Apabila menerima informasi terkait tagihan, paket kiriman, atau dokumen yang mengatasnamakan Bea Cukai, segera lakukan pengecekan melalui kanal resmi kami sebelum melakukan pembayaran apa pun,” tegas Budi mengingatkan.

Selain itu, masyarakat dapat mempelajari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai melalui laman https://beacukai.go.id/amanbersama serta menghubungi kanal resmi Bea Cukai untuk melakukan verifikasi apabila menemukan informasi yang meragukan. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai Intensifkan Berantas Rokok Ilegal Lewat Berbagai Operasi, Ini Sasarannya


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Helio Varela tak Percaya Jadi Pahlawan Tanjung Verde, Pelatih Sanjung Aksi Pemain Hiu Biru
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rayakan Harlah Ke-1, Panji Bangsa Santuni 200 Anak Yatim di Kantor DPP PKB
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Modus Cari Kos Pakai KTP Orang Lain, Pencuri Motor di Kediri Ditangkap Polisi
• 4 jam laluberitajatim.com
thumb
Jokowi Ulang Tahun ke-64, Rumah di Solo Dipadati Warga dan Karangan Bunga dari Prabowo hinggar Raffi Ahmad
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Megawati Hangestri Belum Tiba, Kang Sung-hyung Akui Hyundai Hillstate Punya Masalah Jelang Liga Voli Korea 2026-2027
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.