JAKARTA, KOMPAS.com - Massa demo mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) membakar keranda di depan Gedung DPR RI pada Senin (22/6/2026) sore.
Pantauan Kompas.com di lokasi, keranda tersebut awalnya dibawa oleh sekitar enam orang yang tidak mengenakan baju. Keranda berbahan kayu itu kemudian diletakkan tepat di depan mobil komando.
"Keranda ini menjadi simbol bahwa demokrasi di negeri ini hanya menjadi barang mati," seru salah satu orator dari atas mobil komando.
Baca juga: Kisah Surmiti, Kuli Sindang 80 Tahun yang Bertahan di Jakarta demi Sekolah Cucu
Tak berselang lama, massa aksi membentuk lingkaran besar mengelilingi keranda dan sebuah ban yang telah diletakkan di bagian tengah.
Ban tersebut kemudian dibakar hingga menimbulkan kobaran api besar. Keranda juga turut diletakkan di atas api dan ikut terbakar bersama ban.
Namun, pada saat bersamaan terjadi kericuhan berupa aksi saling dorong antara massa dan aparat kepolisian saat petugas berupaya memblokade Jalan Gatot Subroto.
Situasi itu membuat aparat kepolisian merangsek maju dan memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga massa berhamburan.
Setelah situasi mereda, petugas kebersihan dari pasukan oranye bersama polisi datang untuk mengangkut sisa-sisa kayu agar tidak kembali dibakar.
Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyullah Cokro, menyebut kehadiran keranda dan aksi pembakaran tersebut merupakan simbol matinya hati nurani para pemimpin negara yang dinilai tidak memperhatikan nasib rakyat kecil.
"Itu (keranda) sebagai simbol bahwa hati nurani para pejabat sudah mati," kata Shofi kepada Kompas.com di lokasi.
Baca juga: Pendukung Menangis dan Peluk Roy Suryo Usai Tak Ditahan Kejari Jaksel
Ia menyebut banyak masyarakat saat ini kesulitan untuk sekadar bertahan hidup akibat beratnya tantangan ekonomi.
Namun, menurut dia, negara belum memprioritaskan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah pelosok.
"Terlihat bahwasanya pemerintah kita seakan-akan tidak mempunyai blueprint untuk mengembalikan kekuatan dan kemandirian ekonomi kita. Dan bertahan atau sembunyi di balik keadaan geopolitik yang semakin tidak karuan," tuturnya.
Demo Mahasiswa PMIISebelumnya diberitakan, Mahasiswa Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (22/6/2026) sore.
Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyullah Cokro, menyebut pihaknya menggelar demonstrasi bertajuk Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.





