Memperingati HUT ke-499 Jakarta, enggak ada salahnya untuk kilas balik soal makanan khas Betawi yang bukan hanya enak tapi juga unik. Sayangnya, mungkin enggak banyak generasi muda sekarang yang punya kesempatan untuk mencicipi beberapa makanan ini.
Sebut saja bubur ase, sayur babanci, gabus pucung, sampai kue dongkal, mungkin menjadi sederet makanan asli Betawi yang sudah jarang bisa kita nikmati di zaman sekarang.
Supaya enggak menambah rasa penasaran, yuk kita mengenang kuliner khas Betawi yang sudah mulai langka berikut ini!
1. Bubur aseBubur ase disajikan bersama kuah semur daging khas Betawi, sehingga tampilannya lebih gelap dan pekat. Selain itu, bubur tersebut juga dipadukan dengan taoge, asinan sawi, acar timun dan wortel, serta kacang tanah goreng.
2. Sayur babanciSayur dengan kuah santan kental yang biasa dilengkapi potongan daging sapi serta kelapa muda. Hidangan berkuah ini mulai langka karena menggunakan rempah-rempah khusus yang juga mulai sulit ditemukan.
3. Gabus pucungOlahan ikan gabus yang dimasak dalam kuah hitam pekat ini memiliki rasa yang cukup khas. Cita rasa dan tampilan khas tersebut lantaran sajian ikan ini menggunakan rempah kluwek.
4. Asinan atau rujak juhiUmumnya asinan atau rujak juhi ini berisi irisan sayuran, tahu, mi kuning, dan siraman kuah kacang. Juhi merupakan suwiran cumi-cumi atau sotong kering yang menjadi topping dari asinan khas Betawi satu ini. Campuran juhi yang asin menambah rasa gurih pada asinan.
5. Kembang goyangKudapan renyah ini umumnya terbuat dari tepung beras. Dinamakan kembang goyang karena bentuknya seperti bunga dan pada saat proses digoreng, cetakan besi yang digunakan perlu digoyangkan terlebih dahulu agar adonan kue bisa terlepas.
6. Ketupat tahu BetawiMungkin sekilas tampilannya mirip gado-gado atau ketoprak, tapi ketupat tahu ala Betawi ini lebih sederhana. Isiannya hanya rebusan kacang panjang, irisan kol, tahu, dan ketupat. Kemudian disiram dengan bumbu kacang yang agak encer, kecap, serta dilengkapi kerupuk.
7. Kue dongkalArti dari dongkal adalah cara pengirisan kue yang dicongkel menggunakan centong. Jajanan ini diperkenalkan sejak tahun 1940 sebagai menu sarapan khas warga Betawi.





