Saham BYAN Terbang, Low Tuck Kwong Rebut Takhta Orang Terkaya RI dari Prajogo Pangestu

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengusaha batu bara Low Tuck Kwong kembali menjadi orang terkaya di Indonesia setelah kekayaannya mencapai US$18,3 miliar atau sekitar Rp298 triliun. Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires, nilai kekayaan tersebut menempatkan Low di peringkat ke-152 dunia, mengungguli pemilik Grup Barito Prajogo Pangestu yang memiliki kekayaan US$15,7 miliar jatuh ke posisi ke-188 dunia.

Data Forbes Real-Time Billionaires menunjukkan kekayaan Low Tuck Kwong bertambah sekitar US$4,1 miliar atau 29,04% dalam periode terbaru. Sebaliknya, kekayaan Prajogo Pangestu berkurang sekitar US$1,2 miliar atau 6,89%.

Dengan kekayaan US$18,3 miliar, Low Tuck Kwong kini menjadi orang terkaya di Indonesia, diikuti Prajogo Pangestu dengan US$15,7 miliar dan R. Budi Hartono dengan kekayaan US$15,6 miliar.

Kenaikan kekayaan Low terjadi di tengah penguatan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Pada perdagangan Senin (22/6), saham BYAN melonjak 20% dan ditutup di level Rp13.200 per saham. Penguatan tersebut menjadikan BYAN sebagai salah satu saham dengan kenaikan terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengerek kapitalisasi pasarnya menjadi sekitar Rp440 triliun.

Pada perdagangan yang sama, saham PT Samindo Resources Tbk (MYOH) yang juga dimilik Low Tuck Kwongditutup menguat 1,90% ke level Rp1.070 per saham.

Sementara itu, kekayaan Prajogo Pangestu tertekan seiring pelemahan sejumlah saham dalam kelompok Barito. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ditutup turun 6,47% ke level Rp1.590 per saham, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 6,31% ke level Rp1.930 per saham, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 3,68% ke level Rp655 per saham, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 1,61% ke level Rp3.670 per saham.

Selain kenaikan saham, kekayaan Low Tuck Kwong juga akan terkerek rencana pembagian dividen jumbo dari dua emiten yang berada dalam kelompok usahanya, yakni BYAN dan MYOH.

Baca Juga: Anak Prajogo Pangestu Serok Saham TPIA, Harga Langsung Terbang 13%

Baca Juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Mei 2026, Jawaranya Berharta Rp14.000 Triliun

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BYAN menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$500 juta. Perseroan menetapkan dividen sebesar US$0,015 per saham atau setara sekitar Rp268,81 per saham.

Kemudian, MYOH juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$8 juta atau setara US$0,00363 per saham. Jika dikonversikan ke rupiah, nilai dividen tersebut mencapai sekitar Rp65,48 per saham dan dijadwalkan dibayarkan pada 24 Juni 2026.

Sebagai pemegang saham pengendali di kedua emiten tersebut, Low Tuck Kwong menjadi pihak yang memperoleh porsi terbesar dari pembagian dividen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BP Batam Gandeng BRIN Perkuat Ketahanan Air dan Dorong Industri Hijau
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Video: Tak Hanya Memindahkan Penduduk, Ini Tujuan Besar Transmigrasi
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemdiktisaintek deklarasi Konsorsium Tanggap Bencana PTN-PTS Sulteng
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Stasiun KRL JIS Diresmikan, Siap Layani Penonton Konser dan Sepak Bola
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Benturan Sikap Menteri Maruarar dan Hercules di Kampung Bali Menguji Klaim Aset BUMN
• 10 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.