Sannipata Nusantara 2026, Menag: Jangan Selalu Cari Kesalahan Setiap Orang

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan Dharma sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari guna memperkuat kerukunan dan merawat perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Sannipata Nusantara 2026 di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta. Kegiatan bertema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” itu menjadi puncak rangkaian Vesākha Sānanda 2570 Buddhist Era (BE).

Menag menjelaskan bahwa Sannipata merupakan perjumpaan spiritual yang mempertemukan berbagai pandangan untuk membangun harmoni dan menemukan titik temu di tengah perbedaan.

BACA JUGA:Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat, Kemenag dan BI Dorong Peran Pesantren di Sektor Usaha

Menurutnya, semangat tersebut relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk konflik dan menguatnya sikap saling menyalahkan.

“Kita jangan selalu mencari kesalahan setiap orang. Tidak ada orang yang sempurna seratus persen,” pesan Menag dalam keteranganya, Senin 22 Juni 2026. 

“Maka itu kita perlu duduk mempertemukan wawasan, duduk untuk menemukan kebaikan, bahwa lebih baik kita mencari titik temu daripada mencari titik perbedaan,” lanjutnya.

BACA JUGA:Wamenag Gagas Satgas Independen dan Fikih Pencegahan untuk Cegah Kekerasan di Pesantren

Menag menegaskan bahwa peringatan Tri Suci Waisak tidak semestinya berhenti pada seremoni keagamaan, melainkan menjadi momentum untuk menghadirkan kebajikan dalam tindakan nyata.

“Tentu Waisak bukan sekadar ritual tahunan, bukan sekadar perayaan yang selesai ketika lilin-lilin di altar dipadamkan. Makna Waisak yang sesungguhnya adalah tentang bagaimana kita membumikan Dharma dalam kehidupan nyata,” tegasnya.

Menurut Menag, ajaran tentang kelahiran, pencerahan, dan Parinibbana Sang Buddha membawa pesan pembebasan dari penderitaan, penguatan cinta kasih, serta komitmen untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama.

BACA JUGA:Pernyataan Menag tentang Nabi Musa dan Fir’aun ‘Digoreng’, Transkrip Utuhnya Seperti Ini

Ia menjelaskan bahwa Dharma dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial dan sikap tulus dalam membantu orang lain tanpa memandang latar belakang maupun keyakinan.

“Ketika Saudara melihat teman yang berbeda keyakinan sedang kesulitan lalu Saudara mengulurkan tangan, di sanalah kita ketemu apa yang disebut dengan Dharma sedang bekerja,” ujar Menag.

Menag juga mengingatkan bahwa pengamalan Dharma juga tercermin dalam kemampuan mengendalikan diri dari kebencian serta tidak turut menyebarkan informasi yang menyesatkan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komnas Perempuan Buka Lowongan Tenaga Pendukung Administrasi Juni 2026, Simak Syaratnya
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Stok Beras Cetak Rekor, Pemerintah Sebut Salurkan 7,7 Juta Ton CBP Sejak 2023
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Bidik Pariwisata, Konser dan Industri Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
• 15 jam laludisway.id
thumb
Masyarakat Sipil dan Mahasiswa Gelar Aksi Reformati Indonesia di Grahadi Surabaya Hari Ini
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemenkeu Perkuat Pengawasan Transfer ke Daerah Lebih Efisien dan Tepat Sasaran lewat Fitur Perdana
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.