Kesaksian Penjaga Kos: Korban YTR Sejak Ngekos Sudah Sakit dan Dipapah, 3 Bulan Dikunci dari Luar

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Aksi TH diduga menganiaya Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) hingga mengalami kebutaan dilakukan tanpa diketahui oleh tetangga kosan atau penjaga kosan selama tiga bulan di Gang Masjid, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Pelaku mengunci korban dari luar tiap hendak bepergian dan tidak membiarkannya bergerak.

Namun, aksi pelaku akhirnya terbongkar saat korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat. Meski begitu, saat pelaku mengantar Yuvita ke rumah sakit, ia berpura-pura sebagai saudara korban yang mengantar karena keluarganya tidak ada yang peduli.

Baca Juga
  • Pengakuan Keluarga, Awal Mula Yuvita Hilang 3 Tahun dan Diduga Berakhir Disekap Pacar Hingga Cacat
  • Viral Wanita 3 Tahun Disekap, Dianiaya Hingga Buta, Polisi: Pelaku Pernah Digerebek, Berhasil Lolos
  • Ketua DPRD Tanggapi KDM Kirim Karangan Bunga Warna Hitam saat HUT DKI

Penjaga kosan Resa Rohendi bercerita awal mula pelaku mengontrak di kosan tersebut. Pada 9 Maret sore lalu, pelaku datang ke kosan seperti orang yang sudah kenal dekat dan ingin mengontrak di kosan tersebut.

Saat itu, ia mengungkapkan pelaku datang bersama perempuan yang disebutnya sebagai istri. Namun, perempuan yang kini diketahui sebagai korban tidak masuk ke dalam dan menunggu di parkiran dengan menggunakan masker dan hoodie sehingga tidak terlihat raut mukanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Bu, saya ke sini mau ngekos minta tolong juga soalnya istri saya lagi dalam keadaan sakit," ucap dia menirukan perkataan pelaku, Senin (22/6/2026).

Ia mengaku sempat menyarankan agar istrinya diajak masuk ke dalam area kosan karena kasihan. Namun, pelaku menolak dan menyebut korban sudah terbiasa menunggu di luar parkiran.

Setelah obrolan itu, Resa menuturkan pelaku membayar uang kosan. Namun, pihaknya pun meminta agar pelaku memperlihatkan surat nikah.

Akan tetapi, pelaku berdalih tidak membawanya dan berjanji akan memperlihatkanya saat sudah membawanya dari rumah kelahirannya di Nagreg dan akan dikirim melalui pesan WhatsApp.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjaga Masyarakat Tidak Pecah Belah Perkara Ijazah
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Wapres Gibran Dorong Museum Asmat Jadi Wajah Diplomasi Kebudayaan Papua
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Julian Nagelsmann Bidik Sapu Bersih Kemenangan Meski Jerman Sudah Lolos ke Babak Gugur
• 21 jam lalupantau.com
thumb
MU Legends vs Liverpool Legends akan tersaji di Jakarta pada November
• 34 menit laluantaranews.com
thumb
Zulhas Minta BGN Fokus Berbenah: Masalahnya Banyak Sekali
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.