EtIndonesia.com Pada Jumat (19/6/2026) malam, sebuah drone Ukraina dilaporkan terbang hampir 2.000 kilometer dan menyerang sebuah kilang minyak di Siberia bagian barat, Rusia. Pihak Rusia mengonfirmasi bahwa ini merupakan pertama kalinya wilayah tersebut menjadi sasaran serangan drone Ukraina.
Kilang minyak di Tyumen menjadi targetSasaran serangan adalah Kilang Minyak Tyumen yang terletak di Oblast Tyumen, sekitar 2.000 kilometer dari perbatasan Ukraina. Wilayah ini merupakan salah satu kawasan produksi minyak dan gas paling penting di Rusia.
Gubernur Oblast Tyumen, Alexander Moor, mengeluarkan peringatan sekitar pukul 11.30 waktu setempat pada hari Sabtu. Sekitar dua jam kemudian, ia menyatakan bahwa drone telah berhasil dipukul mundur dan kilang minyak tidak mengalami kerusakan.
Namun, ia juga mengatakan bahwa puing-puing drone jatuh di area kompleks kilang dan seluruh personel telah dievakuasi dengan aman.
Laporan warga berbeda dengan pernyataan resmiMeski demikian, media independen Rusia dan sejumlah warga setempat menyampaikan keterangan yang berbeda dari versi pemerintah.
Menurut beberapa laporan:
- Warga mendengar sedikitnya dua kali ledakan.
- Video yang beredar menunjukkan asap tebal membumbung dari area kilang.
- Sedikitnya sepuluh mobil pemadam kebakaran terlihat menuju lokasi kejadian.
Kilang Minyak Tyumen dikenal sebagai salah satu fasilitas pengolahan minyak paling modern dan paling kompleks di Rusia.
Diperkirakan kilang tersebut mampu mengolah sekitar:
- 6 juta ton minyak mentah per tahun,
- menghasilkan sekitar 500.000 ton bensin setiap tahun,
- serta sekitar 2,5 juta ton solar (diesel) per tahun.
Meskipun Rusia memiliki sistem pertahanan udara yang kuat, sebagian besar ditempatkan di sekitar Moskow, St. Petersburg, atau wilayah garis depan perang.
Di kawasan seperti Siberia, yang berjarak sekitar 2.000 kilometer dari front pertempuran, jaringan pertahanan udara dinilai jauh lebih jarang. Artikel ini menyebutkan bahwa apabila sebuah drone berhasil melewati pertahanan di dekat perbatasan, maka penerbangan ribuan kilometer berikutnya dapat berlangsung dengan hambatan yang relatif minim.
Ukraina mengklaim menyerang sejumlah sasaran militer RusiaPada saat yang sama, militer Ukraina menyatakan telah melancarkan serangan terhadap berbagai aset militer dan logistik Rusia di beberapa wilayah, termasuk:
- Sebuah jembatan jalan raya yang melintasi selat di wilayah Kherson.
- Pos komando drone militer Rusia di wilayah Donetsk dan Zaporizhzhia.
Selain itu, pasukan Ukraina juga dilaporkan menyerang beberapa target di Semenanjung Krimea yang saat ini berada di bawah kendali Rusia.
Pada dini hari Sabtu, sejumlah daerah di Krimea mengaktifkan sistem pertahanan udara dan terdengar ledakan. Menurut laporan yang dikutip artikel tersebut, data satelit dan informasi dari daerah setempat menunjukkan bahwa beberapa fasilitas energi dan transportasi mengalami kebakaran, termasuk:
- Sebuah pembangkit listrik tenaga panas yang mulai beroperasi pada 2019,
- Beberapa fasilitas penyimpanan dan distribusi minyak serta gas,
- Jembatan ponton di dekat sebuah jembatan strategis,
- Jalur masuk kereta api menuju sebuah pabrik titanium.
Sumber : NTDTV.com





