Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menargetkan sebagian besar persoalan sampah nasional dapat diselesaikan dalam tiga tahun ke depan melalui percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta penguatan kebiasaan masyarakat memilah sampah dari sumbernya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan transformasi pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan fasilitas waste to energy, sementara masyarakat perlu mengambil peran melalui pemilahan sampah sejak dari rumah.
Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menjadi Pembina Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, yang dihadiri sekitar 15.000 peserta dari unsur pemerintah, komunitas, relawan lingkungan, dan masyarakat.
Dia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilai telah menjadi salah satu penggerak pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga dengan melibatkan RT, RW, hingga komunitas.
"Pemerintah sedang melakukan reformasi besar dalam pengelolaan sampah melalui pembangunan fasilitas waste to energy. Namun itu saja tidak cukup. Reformasi ini harus berjalan paralel dengan gerakan masyarakat memilah sampah dari rumah. Sampah organik bisa menjadi pupuk, sampah anorganik bisa didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi," ujar Zulkifli, dikutip Senin (22/6/2026).
Baca Juga
- Sampah Jadi Listrik, Gubernur Bobby Jajaki Kerja Sama dengan Finlandia
- KLH: Pemilahan Sampah Tentukan Nasib Penurunan Emisi Sektor Limbah
- Pengolahan Sampah Organik Berbasis Maggot yang Menarik Perhatian
Menurut dia, kombinasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah, pengelolaan kawasan, dan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.
"Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian. Jika pemerintah membangun teknologinya dan masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan produktif," ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 70% hingga 80% masalah sampah nasional dapat ditangani pada 2029.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan saat ini terus mendorong percepatan pembangunan PSEL di sejumlah wilayah prioritas sesuai mandat Perpres Nomor 109 Tahun 2025.
Pemerintah mencatat terdapat sekitar 30 lokasi PSEL yang direncanakan untuk dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan. Pembangunan tersebut menyasar kawasan perkotaan atau aglomerasi dengan produksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari.
Dalam waktu dekat, tiga proyek PSEL akan memasuki tahap groundbreaking. Sementara itu, 12 lokasi lainnya masih dalam proses melalui Danantara untuk memasuki tahap pemilihan mitra dengan target mulai beroperasi pada 2028.
Pemerintah berharap pengembangan PSEL tidak hanya menjadi solusi pengurangan volume sampah, tetapi juga menciptakan sumber energi baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang selama ini menjadi beban lingkungan.





