Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah akan meluncurkan program Bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai untuk perajin tahu dan tempe. Pada tahap awal, kuota yang disiapkan mencapai 250.000 ton kedelai.
Program SPHP kedelai ini menjadi bagian dari klaster bantuan pangan dalam paket stimulus ekonomi semester II/2026. Pemerintah bakal memberikan subsidi hingga Rp2.000 per kilogram (kg) untuk perajin tahu dan tempe di tengah tingginya biaya impor kedelai akibat tekanan global.
Untuk tahap pertama, pemerintah mengalokasikan sekitar 250.000 ton kedelai dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp500 miliar.
"Kami ketahui kebutuhannya adalah 2,5 juta ton per tahun tetapi kami siapkan 250.000 [ton untuk tahap pertama] dengan subsidi Rp2.000 per kilogram yang nantinya akan diberikan apabila harga kedelainya di atas harga acuan pembelian," jelas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Selain SPHP kedelai, pemerintah juga menyalurkan bantuan beras untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. Program ini menyasar 33,24 juta penerima dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp17,54 triliun di luar biaya operasional.
Penyaluran bantuan pangan tersebut telah dikoordinasikan dengan Menko Pangan serta lintas kementerian/lembaga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga
- Pengamat Nilai Subsidi Kedelai Tak Cukup Atasi Tekanan Produsen Tahu-Tempe
- Mentan Minta Importir Kedelai Tak Ambil Cuan Berlebih saat Konflik Global
- Harga Kedelai Melonjak, Amran Ancam Cabut Izin Importir 'Nakal'
Berikut rincian stimulus ekonomi semester II/2026 yang disalurkan pemerintah:
A. Stimulus dan insentif1. Pajak penulis: penetapan tarif khusus pajak penghasilan (PPh) final royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional. Tarif ini lebih rendah dari tarif yang ada yakni 5% sampai 35%;
2. Diskon tiket transportasi periode libur sekolah dengan anggaran Rp190,5 miliar untuk 3 juta penumpang: potongan tarif 30% harga tiket kereta api periode 20 Juni sampai 5 Juli 2026; 30% tarif dasar untuk kapal Pelni periode 20 Juni sampai 15 Agustus; serta gratis tarif jasa kepelabuhanan ASDP periode 20 Juni sampai 5 Juli 2026;
Insentif transportasi udara selama musim liburan dengan anggaran Rp472,7 miliar untuk 2,3 juta penumpang: subsidi penuh PPN DTP 100% untuk tiket pesawat domestik dan kelas ekonomi;
3. Diskon transportasi periode libur Natal dan Tahun Baru dengan anggaran Rp161,4 miliar untuk 2,6 juta penumpang: potongan tarif 30% harga tiket kereta api periode 22 Desember 2026 sampai 4 Januari 2027; 30% tarif dasar untuk Kapal Pelni periode 17 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027; serta gratis tarif jasa kepelabuhanan ASDP periode 22 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027;
Insentif transportasi udara Natal dan Tahun Baru dengan anggaran Rp722 miliar untuk 3,7 juta penumpang: subsidi penuh PPN DTP 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi;
4. Insentif impor LPG dan bahan baku plastik berupa bea masuk 0%: untuk impor LPG bagi industri petrokimia dengan estimasi total manfaat Rp2,25 triliun, dan kehilangan pendapatan negara Rp360 miliar per tahun, serta bea masuk 0% atas bahan baku plastik; lalu penurunan bea masuk impor suku cadang pesawat dengan anggaran Rp500 miliar;
B. Magang dan Vokasi5. Program magang: mulai Juli dengan alokasi dana Rp4,14 triliun untuk total 150.000 peserta;
6. Pelatihan vokasi dengan anggaran Rp2,12 triliun untuk peningkatan keterampilan kompetensi tenaga kerja. Target prioritas vokasi ini adalah untuk 220.000 lulusan SMK serta 50.000 pekerja terdampak PHK.
C. Bantuan pangan7. Bantuan beras 10 kilogram dengan prakiraan anggaran Rp17,54 triliun untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan dimulai Juli 2026.
8. Bantuan stabilisasi harga dan pasokan pangan (SPHP) kedelai untuk pengrajin tahu/tempe dengan anggaran Rp500 miliar. Bantuan SPHP paling tinggi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk total 250.000 ton pada tahap pertama ini, untuk daerah yang harga kedelainya di atas harga acuan pembelian (HAP).
"Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II/2026 ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun. [Perinciannya] stimulus insentif transportasi sekitar Rp2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi sekitar Rp6,26 triliun dan bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun," pungkas Airlangga.





