Ajudan Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, dan Marshall atau panitia Jogja Marathon menggelar mediasi usai terjadi kesalahpahaman. Kedua belah pihak saling menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa yang terjadi.
Dilansir detikJogja, permintaan maaf ajudan bernama Serda Ainul Yaqin dan Marshall itu tersebar. Permintaan maaf ini direkam dalam sebuah video yang dibagikan Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito.
"Itu statement-nya, terjadi kesalahpahaman aja, dan sudah saling memaafkan," jelas Suwito dilansir detikJogja, Senin (22/6/2026).
Dalam video tersebut, Setda Ainul Yaqin menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas peristiwa yang terjadi. Dia mengakui tindakannya salah dan bertanggung jawab atas hal tersebut.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersey, namun tidak menggunakan Bib. Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan, dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Serda Ainul Yaqin.
"Dengan tulus saya memohon maaf kepada penyelenggara, seluruh petugas, dan relawan, serta seluruh peserta yang terdampak oleh kejadian ini. Saya bertanggung jawab penuh atas kekeliruan dan menjadikannya sebagai pembelajaran ke depan. Terima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan," imbuhnya.
Pihak panitia juga menyampaikan permintaan maaf dan keduanya berpelukan. Panitia mengatakan persoalan itu sudah selesai.
"Saya juga memohon maaf atas tindakan saya yang berlebihan, dan saya juga menganggap masalah ini telah selesai, terima kasih," kata Marshall.
Baca selengkapnya di sini.
(wnv/zap)





