Bos Buruh Bilang Ribuan Orang Terancam PHK, Ini Kata Menaker

cnbcindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam Sidang Pleno Penutupan Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) di Jenewa, Jumat (12/6/2026). (Dok. Biro Humas Kemnaker)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli buka suara soal adanya potensi lagi pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa perusahaan. Menurut perwakilan buruh, ada empat perusahaan yang akan melakukan PHK.

Yassierli mengatakan pihaknya akan terus memonitor terkait potensi PHK ke depan hingga ke tahap proses mediasi bersama mediator.

"Kita terus monitor. Jadi setiap ada, artinya kan prosesnya itu mulai dari internal perusahaan, kemudian sampai ke kita," kata Yassierli saat ditemui wartawan di Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026).


Pihaknya juga akan menurunkan mediator jika penyelesaian antara serikat buruh dengan perwakilan perusahaan bersama pihak bipartit tidak menemukan jalan keluar.
"Nanti ada yang kita dorong selesaikan secara bipartit, ada yang kemudian nanti mediator kita turun. Intinya kita terus monitor," jelasnya.

Baca:Profesi Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, Ini Penyebabnya

Yassierli mengungkapkan hasil monitor tersebut nantinya akan diinformasikan lebih lanjut.

"Kita monitor semua, nanti dikabari lagi ya," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Presiden Partai Buruh yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa pemerintah bersama serikat buruh tengah melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah ancaman ketidakpastian ekonomi global akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Said Iqbal mengungkapkan bahwa hasil kunjungan lapangan di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta menunjukkan adanya dampak nyata dari perang yang berkepanjangan.

"Hasil temuan tersebut memang benar. Akibat perang Iran melawan Amerika dan Israel yang menimbulkan ketidakpastian ekonomi dunia, sangat mempengaruhi perusahaan yang berorientasi ekspor dan perusahaan yang bahan bakunya berasal dari impor. Permintaan barang dari luar negeri menurun sehingga produksi perusahaan ikut menurun," jelas dia dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (22/6/2026).

Said Iqbal menjelaskan ada empat perusahaan yang berpotensi menutup operasionalnya dan mem-PHK banyak pekerja.

Berikut empat perusahaan yang berpotensi mem-PHK pekerjanya

  • PT Pakerin (Mojokerto Jawa Timur), sebanyak 2.500 pekerja berpotensi di PHK
  • PT Fengtai (Kabupaten Bandung Jawa Barat), 4.000 pekerja berpotensi terkena PHK
  • PT J dan PT A (Pasuruan Jawa Timur), ribuan pekerja berpotensi terkena PHK

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
4 Perusahaan Terancam PHK Massal - China Sanksi 10 Perusahaan AS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diskon 30% Tiket Kapal Pelni Masih Tersedia 454.476 Kuota
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Pria Bogor Ditemukan Tewas, Diduga Frustrasi Istri Meninggal karena Kanker
• 5 jam laludetik.com
thumb
Motif Keji Pria Bunuh Pacar lalu Buang Mayat ke Selokan di Kendal, Kesal Ditagih Cincin
• 52 menit lalurctiplus.com
thumb
Kronologi Terbongkarnya Sindikat Love Scamming WNA di Surabaya, Pelaku Incar Puluhan Janda di Indonesia
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo Tiba di Bangkalan Jatim, Hadiri Munas dan Konbes NU 2026
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.