jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara langsung meninjau realisasi Program Listrik Desa (Lisdes).
Bahlil menyatakan percepatan akses listrik ini arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata.
BACA JUGA: Bambang Haryadi: Lambannya Persetujuan RKAB di Kementerian ESDM Mengganggu Pasokan Batu Bara, Picu Pemadaman Listrik
Dia menjelaskan kendala utama listrik belum menjangkau wilayah pelosok yakni jarak yang jauh dari gardu induk, sehingga secara hitungan bisnis tidak ekonomis bagi PLN.
Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil peran untuk memastikan hak masyarakat terpenuhi.
BACA JUGA: Kapan Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir?
"Arahan Bapak Presiden itu bukan persoalan mahalnya, tetapi pelayanannya. Karena setiap warga negara punya hak sama untuk negara hadir dalam memberikan listrik," kata Bahlil dikutip dalam keterangannya, Senin (22/6).
Sebagai tindak lanjut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh agenda pemerintah tersebut.
BACA JUGA: Motor Sport Listrik Yamaha Siap Digeber di Jalan Raya
Sepanjang tahun 2025, PLN telah berhasil membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4.856,17 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.662,68 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi dengan kapasitas 105.280 kilovolt ampere (kVA) di 1.403 lokasi.
“Melalui Program Lisdes, kami terus memperluas infrastruktur kelistrikan agar semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah 3T,” tutur Darmawan.
Selain melalui Program Lisdes, pemerataan akses listrik juga diperkuat lewat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM.
Program ini menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang berada di wilayah sudah berlistrik, namun terkendala biaya untuk melakukan penyambungan baru.
Darmawan meyakini kehadiran listrik akan membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat.
"Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pendidikan anak, serta memperbaiki kualitas hidup keluarga,” imbuhnya.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2025, Program Lisdes telah sukses direalisasikan di 1.403 lokasi di seluruh Indonesia, dengan 113 lokasi di antaranya berada di Provinsi Jawa Tengah.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi secara nasional, termasuk 16 lokasi di antaranya berada di Provinsi Jawa Tengah. (rom/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Akibat Kekurangan Pasokan Batu Bara, Minta PLN Memperkuat Mitigasi
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




