JAKARTA, KOMPAS.TV- Pemerintah resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk Semester II 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kondisi ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian meski sejumlah konflik geopolitik mulai mereda.
Ia menegaskan pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik dari berbagai risiko eksternal.
"Dalam menghadapi situasi tersebut, pemerintah terus mengambil langkah-langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Bantuan Pangan Dilanjutkan Juli-September 2026, Menjangkau 33,24 Juta Penerima
Airlangga menjelaskan, stimulus ekonomi tersebut terdiri dari delapan kebijakan utama yang terbagi dalam tiga pilar, yakni stimulus konsumsi dan dunia usaha, penguatan ketenagakerjaan, serta bantuan pangan.
Pada pilar pertama, pemerintah memberikan berbagai insentif seperti PPh final royalti penulis 1,5 persen, diskon transportasi, hingga bea masuk 0 persen untuk LPG industri petrokimia dan bahan baku plastik.
"Insentif ini diharapkan dapat meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi dan menekan biaya produksi industri terkait," ujar Airlangga.
Selain itu, pemerintah juga melanjutkan insentif transportasi untuk periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru dengan target jutaan penumpang serta anggaran triliunan rupiah.
Baca Juga: Tak Cuma KTP DKI, Seluruh WNI Dapat Akses Gratis Transum dan Wisata Saat HUT Jakarta
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- stimulus ekonomi
- bantuan pangan
- bea masuk plastik
- magang nasional
- pelatihan vokasi
- airlangga hartarto





