REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Resa Rohendi (40 tahun), penjaga kos di Gang Mesjid, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung mengungkapkan sikap keseharian TH, pelaku penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki hingga mengalami kebutaan. TH merupakan sosok yang temperamen dan bahkan melihat semua orang yang dianggap mengganggunya diajak berkelahi.
Setelah dua bulan kos di tempatnya sejak 9 Maret lalu, Resa menyebut pelaku bersikap temperamen kepada istrinya dan tetangga kos. Bahkan, ia mengaku sempat diajak duel oleh pelaku saat berada dalam pengaruh minuman keras meski akhirnya pelaku yang sudah sadar meminta maaf.
Baca Juga
Kronologi Perempuan di Makassar Lukaluka Ketika Dirampok dan Nyaris Dirudapaksa
Kecam Penganiayaan Perempuan hingga Buta dan Wajah Hancur, Atalia: Fungsi Sosial Telah Mati?
Polisi Buru Pria yang Aniaya Perempuan Hingga Sulit Melihat dan Berbicara di Bandung
Selain itu, hal-hal sepele yang dilakukan tetangga kosan dianggap pelaku menghinanya dan berakhir dengan ancaman akan memukul mereka. "Si ibu (penjaga kosan) nanya mau ke mana Pey, dijawab beli nasi (dengan nada tinggi)," ucap dia ditemui di kosannya, Senin (22/6/2026).
Selain itu, ia mengatakan tiap pelaku hendak menggunakan motor dan harus melintasi tetangga kosan lain tidak mengucapkan permisi. Namun, terdapat tetangga kosan yang sudah ngekos enam tahun melintasi pelaku dan tidak berkata permisi diajak berkelahi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Si Isan udah enam tahun di sini, gak permisi lewat pelaku langsung nge-WA ke saya, nanya siapa dan mengancam akan dipukul," kata dia.