Harga Emas Menguat, Harapan Damai AS-Iran Tekan Harga Minyak

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin (22/6/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan pada sesi sebelumnya.

Harga Emas Menguat, Harapan Damai AS-Iran Tekan Harga Minyak. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin (22/6/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan pada sesi sebelumnya.

Kenaikan ini terjadi ketika kemajuan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menekan harga minyak serta meredakan sebagian kekhawatiran terhadap inflasi.

Baca Juga:
Prospek Sektor Logam, Pasokan Mengetat dan Kebijakan Royalti Jadi Perhatian

Harga emas spot naik 0,87 persen menjadi USD4.191,69 per troy ons. Pada Jumat lalu, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 11 Juni.

"Pergerakan harga energi akan tetap menjadi faktor utama pendorong logam mulia dalam jangka pendek," ujar Analis Saxo Bank Ole Hansen, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, S&P 500 dan Nasdaq Tertekan Penurunan Saham Teknologi

Hansen mengatakan pembicaraan yang masih berlangsung dan penuh tantangan antara AS dan Iran di Swiss tetap menunjukkan kemungkinan tercapainya kesepakatan.

Kesepakatan tersebut berpotensi menambah pasokan minyak mentah ke pasar, sehingga menekan harga minyak dan turut mendukung harga emas.

Baca Juga:
OJK: UU P2SK Perluas Aturan Hapus Tagih UMKM, Berlaku Selamanya dan Jangkau BUMD

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pembicaraan dengan pejabat Iran di Swiss telah memberikan "fondasi yang baik" untuk mencapai kesepakatan damai akhir, meski ketegangan masih berlangsung terkait Selat Hormuz dan Lebanon.

Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 3 persen setelah pernyataan tersebut.

Dari sisi kebijakan moneter AS, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 89 persen, naik dari 61 persen sebelum pertemuan The Fed pekan lalu, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Sembilan dari 19 pejabat The Fed menilai bank sentral perlu menaikkan suku bunga kebijakan tahun ini.

Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya kurang diminati ketika suku bunga meningkat karena aset tanpa imbal hasil menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga.

Bank of America dalam catatan pada Jumat mengatakan target harga emas sebesar USD6.000 per troy ons tampak sulit tercapai, karena pasar perlu sepenuhnya menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga agar level tersebut dapat terwujud.

Namun, bank tersebut menambahkan bahwa alasan utama di balik pandangan bullish terhadap emas, yakni kebijakan makroekonomi AS yang tidak konvensional, masih tetap berlaku.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,5 persen menjadi USD65,21 per ons. Platinum menguat 0,3 persen menjadi USD1.668,43 per ons, sedangkan paladium turun 0,1 persen menjadi USD1.256,68 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuasa Hukum Nadiem Beberkan Duplik: Soroti Fakta Persidangan Pengadaan Chromebook yang Tak Diungkap
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Desak Pemerintah Buat Regulasi Larang Perdagangan Daging Anjing dan Kucing
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Tubuh Penuh Luka Bacokan, Seorang Remaja di Deli Serdang Diduga Jadi Korban Tawuran hingga Tewas
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Di Balik Momen Haru Bandara, Ruben Onsu Ternyata Merasa Tak Percaya Diri dan Diawasi Saat Bersama Anak
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.