Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (22/6).
Pantauan kumparan di lokasi, upacara dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung selaku inspektur upacara, didampingi Wakil Gubernur Rano Karno.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta, anggota DPRD, unsur Forkopimda, hingga aparatur sipil negara (ASN).
Rangkaian upacara dimulai dengan penampilan defile peserta yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) hingga Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Upacara kemudian dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Dalam amanatnya, Pramono mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum ulang tahun Jakarta sebagai refleksi perjalanan panjang Ibu Kota yang kini memasuki usia ke-499 tahun.
“Hari ini, di usia 499 tahun, Jakarta berada di gerbang menuju lima abad. Sebuah perjalanan yang mengajak kita menoleh sejenak kepada masa lalu, melihat sejauh mana kita telah melangkah, sekaligus menatap masa depan Jakarta dengan penuh harapan dan keyakinan,” kata Pramono dalam amanatnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Jakarta, mulai dari DPRD, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, organisasi kepemudaan, media hingga warga Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga memaparkan sejumlah program prioritas yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari keberlanjutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bagi 707.477 pelajar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk 15.825 mahasiswa, hingga program pemutihan ijazah dan perluasan kesempatan kerja melalui program padat karya.
Pramono juga menyebut pemerintah terus memperluas layanan transportasi publik hingga wilayah Jabodetabek serta memberikan layanan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat.
Menutup amanatnya, Pramono mengajak seluruh warga menjaga optimisme dan memperkuat kolaborasi menuju Jakarta yang mendunia saat memasuki usia 500 tahun pada tahun depan.
“Mari jadikan peringatan hari ulang tahun ke-499 Kota Jakarta sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, menjaga persatuan, dan menumbuhkan optimisme menuju 500 tahun Kota Jakarta yang mendunia,” tandas Pram.
Siapkan Parade 500 Ondel-ondelPramono Anung menyiapkan parade 500 ondel-ondel untuk memeriahkan perayaan 500 tahun atau 5 abad Kota Jakarta pada 2027 mendatang.
Informasi ini disampaikan Pramono ketika menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6).
Pramono mengatakan hal ini adalah bagian dari upaya mengangkat budaya Betawi sebagai identitas utama Jakarta, serta memperkenalkannya ke tingkat internasional.
"Saya ingin Betawi ini menjadi bisa bertarung secara internasional," kata Pramono dalam sambutannya.
Pramono menjelaskan ondel-ondel merupakan salah satu simbol budaya Betawi yang memiliki nilai filosofis tinggi.
Pemprov DKI berupaya mengangkat kembali marwah kesenian tersebut melalui berbagai program kebudayaan.
"Maka untuk itu, dalam rangka 500 tahun nanti, saya akan menampilkan 500 ondel-ondel yang dibuat oleh desainer-desainer top yang akan memberikan wajah baru ondel-ondel Jakarta," ujarnya.
Jadi Ikon 5 Abad JakartaPramono mengatakan ratusan ondel-ondel akan menjadi salah satu ikon dalam perayaan 5 abad Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menegaskan alasannya melarang ondel-ondel digunakan sebagai sarana mengamen di jalanan.
Menurut Pramono, ondel-ondel bukan sekadar alat hiburan, melainkan warisan budaya yang memiliki makna dan filosofi mendalam bagi masyarakat Betawi.
"Makanya saya untuk itu mohon maaf, kalau saya dalam prinsip, karena saya ingin Betawi ini menjadi bisa bertarung secara internasional. Maka kenapa secara pribadi sebagai Gubernur, contohnya, saya melarang ondel-ondel untuk menjadi cara untuk mengamen," katanya.
"Padahal yang namanya ondel-ondel ini nilai filosofinya luar biasa," sambungnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, penguatan identitas Betawi juga dilakukan melalui berbagai kebijakan lain di lingkungan Pemprov DKI.
Salah satunya dengan mewajibkan penggunaan pakaian adat Betawi dalam pelantikan pejabat.
"Bahkan setiap pelantikan pejabat, tidak boleh lagi memakai pakaian jas, harus memakai ujung serong, kebaya encim, dan sebagainya. Sehingga dengan demikian, bukan hanya disimbolkan tetapi dilakukan dalam kenyataan itu," tutur Pramono.
Pramono menegaskan, pengembangan budaya Betawi menjadi salah satu amanat yang harus dijalankan Pemprov DKI setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta yang menetapkan Betawi sebagai budaya utama Jakarta.
Oleh karena itu, ia berharap budaya Betawi tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi identitas Jakarta di tingkat global.
Siapkan Kalender Event Internasional Pada 2027Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan kalender kegiatan internasional menuju peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 tahun atau 5 abad Kota Jakarta pada 2027 mendatang.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, penyusunan agenda tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global.
“Pada tahun depan, kita akan membuat kalender kegiatan dalam satu tahun. Ini juga membantu pihak hotel untuk bisa menjual atraksi yang memang Jakarta sedang siapkan,” kata Rano dalam acara Discover Betawi Art & Culture di Jakarta Pusat, Jumat (19/6).
Rano menjelaskan, Pemprov DKI tengah merancang berbagai kegiatan yang akan berlangsung sepanjang 2027, mulai Januari hingga Desember.
“Kami sedang mendesain dari mulai awal Januari sampai Desember tahun 2027, setiap bulan pasti kegiatannya bersifat skalanya internasional. Karena Jakarta akan menuju kota global,” ujarnya.
Menurut Rano, setelah perayaan HUT ke-499 Jakarta selesai, Pemprov DKI akan mulai membentuk panitia kerja untuk mempersiapkan peringatan lima abad Jakarta pada tahun depan.
“Mungkin setelah besok 499 tahun selesai, kita akan menentukan panitia kerja untuk 5 abad selanjutnya,” kata Rano.
Ia menilai kalender kegiatan tersebut nantinya dapat menjadi panduan bagi berbagai pihak, termasuk sektor perhotelan dan pelaku usaha, dalam menyiapkan program dan atraksi bagi wisatawan.
Melalui berbagai agenda budaya dan internasional yang disiapkan, Pemprov DKI berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta.
“Mudah-mudahan ini jalin kerja sama yang bisa kita lanjutkan dari tahun ke tahun dengan harapan kita bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Jakarta dan juga bisa meningkatkan fiskal pajak yang memang diharapkan dari Jakarta,” tutup Rano.
Haru Rano KarnoRano Karno tampak tak kuasa menahan haru saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta, Senin (22/6).
Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, Rano menyampaikan refleksi mendalam tentang perjalanan panjang Jakarta yang segera memasuki usia lima abad.
Dalam pidatonya, ia menekankan usia Jakarta bukan sekadar hitungan tahun, melainkan akumulasi dari perjuangan, doa, dan harapan jutaan warganya.
“Rapat dewan yang terhormat, satu tahun lagi Jakarta akan memasuki usia lima abad. Sebuah usia yang tidak sekadar dihitung dari pergantian tahun, melainkan dari jejak jutaan langkah, keringat, doa, perjuangan, dan harapan warga yang telah merawat kota ini dari generasi ke generasi,” ujar Rano dengan suara bergetar.
Ia juga menyinggung perjalanan panjang Jakarta yang tumbuh dari kawasan pelabuhan, kampung, sungai, pasar, hingga jalan-jalan yang menjadi saksi pertemuan beragam manusia.
Menurutnya, Jakarta telah belajar bertahan, bangkit dari berbagai tantangan, dan terus membuka ruang bagi siapa pun yang datang membawa mimpi.
“Jakarta telah menyaksikan banyak zaman berlalu, tumbuh dari pelabuhan, kampung, sungai, pasar, dan jalan-jalan yang menjadi saksi perjumpaan begitu banyak manusia,” katanya.
“Jakarta telah belajar bertahan di tengah perubahan, bangkit dari berbagai tantangan, dan terus membuka ruang bagi siapa pun yang datang membawa mimpi,” lanjutnya.
Rano menegaskan, momentum menuju lima abad Jakarta harus menjadi titik penting untuk menyiapkan masa depan kota yang lebih sungguh-sungguh.
Menurutnya, Jakarta harus menjadi kota global yang berbudaya, berdaya saing, namun tetap berakar pada jati diri dan nilai kemanusiaan.
“Kita ingin menjadikan Jakarta sebagai kota global nan berbudaya, kota yang menatap dunia dengan penuh percaya diri, menjadi pusat pertumbuhan, inovasi, dan peradaban. Namun tidak tercerabut dari akar sejarahnya,” ucapnya.
Rano juga menekankan, kemajuan kota tidak boleh meninggalkan warganya. Jakarta, kata dia, harus tetap inklusif, adil, dan memberi ruang bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kita ingin menghadirkan Jakarta yang berdaya saing tanpa kehilangan rasa kemanusiaan, Jakarta inklusif tanpa membedakan latar belakang, Jakarta terus bergerak maju tanpa meninggalkan satu pun warganya di belakang,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, ukuran kemajuan kota bukan hanya dari gedung-gedung tinggi dan gemerlap lampu kota, tetapi dari sejauh mana warganya bisa hidup layak, bermimpi, dan merasa memiliki kota ini.
“Sebab ukuran kemajuan sebuah kota bukan hanya terletak pada gemerlap lampu dan megahnya bangunan, melainkan sejauh mana setiap anak dapat bermimpi, setiap keluarga dapat hidup layak, setiap lansia dihormati, dan setiap warga merasa memiliki tempat di rumah besar bernama Jakarta,” jelasnya.
Rano: Banyak Kerja Sama ‘Sister City’ Tak Aktif, Bakal Dihidupkan LagiRano Karno mengakui banyak kerja sama sister city yang dimiliki Jakarta dengan sejumlah kota di dunia tidak berjalan aktif dalam beberapa tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Rano usai menghadiri Jakarta Twilight Soireè dalam rangka peringatan HUT ke-499 Jakarta di kawasan Jakarta Pusat, Senin (22/6).
Rano mengatakan, Pemprov DKI berencana mengaktifkan kembali kerja sama dengan kota-kota mitra tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global.
“Alhamdulillah ini adalah saatnya kembali kita tadi Pak Gub juga menyampaikan untuk menata kembali kerja sama, karena kita sebetulnya sudah ada beberapa dengan sister city tapi boleh dikatakan sleep, tidak berjalan,” kata Rano kepada wartawan.
Menurut Rano, penguatan hubungan dengan kota-kota dunia menjadi salah satu aspek penting dalam transformasi Jakarta menuju kota global.
“Nah ini kita ingin melanjutkan (sister city) karena syarat dari kota global juga konektivitas itu harus kita laksanakan,” katanya.
Rano berharap kegiatan yang mempertemukan Jakarta dengan para perwakilan negara sahabat itu dapat mempererat hubungan internasional sekaligus membuka peluang kerja sama baru.
“Jadi mudah-mudahan acara ini semakin mempererat hubungan antara Jakarta dengan kota-kota yang memang dikunjungi oleh para duta besar yang dari negara sahabat,” ucap Rano.
Dalam kesempatan yang sama, Rano menyebut sekitar 50 tamu hadir dari total 70 undangan yang disebarkan Pemprov DKI Jakarta.
“Undangannya ada 70, tapi yang hadir 50,” tuturnya.
Dalam acara bertajuk ‘Senja di Jakarta’ itu turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta serta sejumlah perwakilan dari negara sahabat.
Rano: Kami Lanjutkan Fondasi yang Sudah DibangunRano Karno mengatakan pemerintahan Gubernur Pramono Anung dan dirinya saat ini lebih fokus melanjutkan program pembangunan yang telah dirintis para gubernur sebelumnya dibanding menghadirkan terobosan yang sepenuhnya baru.
Menurut Rano, masa kepemimpinan Pramono-Rano yang belum genap satu setengah tahun membuat berbagai program pembangunan masih berada dalam tahap pelaksanaan dan penyempurnaan.
“Kalau dikatakan terobosan, kami ini baru satu tahun, mungkin belum satu tahun setengah ya. Barangkali memang belum banyak terobosan yang besar,” kata Rano usai menghadiri Jakarta Twilight Soireè dalam rangka HUT ke-499 Jakarta di Jakarta Pusat, Senin (22/6).
Rano menegaskan pembangunan Jakarta saat ini merupakan kelanjutan dari berbagai program yang telah dirancang dan disiapkan oleh pemerintahan sebelumnya.
“Karena memang pada dasarnya kami ini kan melanjutkan pembangunan para gubernur. Tidak ada yang sesuatu yang baru,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut sejumlah proyek mulai menunjukkan hasil di lapangan. Salah satunya adalah penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang kini telah bebas dari tiang-tiang monorel mangkrak.
“Tapi artinya hasilnya alhamdulillah seperti Rasuna Said sudah bebas dari tiang monorel, sudah menjadi daerah bagus,” tuturnya.
Singgung Proyek "Jembatan Donat" dan Giant Sea WallSelain penataan Rasuna Said, Rano menyinggung proyek pembangunan jembatan penyeberangan ikonik berbentuk melingkar yang akan menghubungkan kawasan Sudirman. Proyek tersebut sempat dikenal publik dengan sebutan "jembatan donat".
“Kemudian kemarin juga kita groundbreaking tentang sampai hari ini Pak Gub bilang belum ada namanya. Tapi kita tahu namanya Cincin Donat. Nah nanti istilahnya namanya seperti apa nanti kita cari,” kata Rano.
Ia juga menyebut proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa sebagai salah satu agenda besar yang tengah dipersiapkan pemerintah.
Meski begitu, Rano mengakui proyek tersebut masih membutuhkan waktu panjang sebelum dapat terealisasi sepenuhnya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalaupun baru itu yang dibilang Giant Sea Wall. Tapi itu memang proyeknya masih lama. Tapi sekarang kita sudah preparation,” ujarnya.
Tak Hanya Bangun InfrastrukturRano menegaskan pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia.
“Cuma memang dikatakan kita ini tidak membangun fisik ya, tapi juga manusianya kita bangun. Intinya sebetulnya itu,” tutupnya.




