Menteri China Parno Antek Asing, Tuduh Kura-Kura dan Ikan Mata-Mata

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: "Solitario George" (Lonely George), kura-kura raksasa terakhir yang masih hidup dari spesies ini, asli dari Pulau Pinta, di Taman Nasional Galapagos di Pulau Santa Cruz. 24 Juni 2006. (Photo RODRIGO BUENDIA/AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - China mengklaim perairannya diawasi oleh negara asing. Mereka disebut menggunakan sejumlah hewan laut besar seperti kura-kura dan ikan dengan sensor untuk memata-matai negara tersebut.

Informasi itu diungkap Kementerian Keamanan Negara China dalam unggahan di platform WeChat. Menurut pihak kementerian, aksi ini menjadi perang rahasia tak terlihat agar intelijen negara lain dapat mengumpulkan data sensitif milik China.

"Hewan-hewan itu mengumpulkan data lingkungan yang sensitif, seperti suhu, salinitas, dan arus laut real time, dan mengirimkan ke luar negeri dengan satelit," kata laporan kementerian dikutip dari The Guardian, Senin (22/6/2026).


Namun kementerian tidak memberikan informasi spesifik mengenai lokasi temuan hewan mata-mata dan pihak mana yang melakukannya.

Kementerian keamanan China juga mengklaim temuan pelampung dengan sensor meteorologi. Pelampung yang disebut dipasang lembaga peneliti kekuatan luar negeri dapat melacak jejak akustik kapal selam China secara real time.

Pilihan Redaksi
  • Cari Alat Pelacak Tersembunyi Pakai HP Android dan iPhone, Ini Caranya
  • Parasit Jamur Zombi Pembunuh Menyebar di Kalimantan
  • Maling Rampok Uang Rp 142 Miliar, Korban Ditodong Pistol 8 Jam

Selain itu ada juga pesawat luncur gelombang yang ditenagai gerakan gelombang dan energi matahari. Kementerian menjelaskan alat itu digunakan asing untuk mengirimkan data lingkungan maritim soal militer dan aktivitas kapal.

Klaim adanya upaya spionase telah diungkap China beberapa kali antara Laut China Selatan, Laut China Timur dan Selat Taiwan. Tahun 2024, misalnya, negara itu mengklaim menemukan mercusuar di dasar laut untuk memandu kapal selam asing transit dan mempersiapkan medan pertempuran.

Sementara tuduhan penggunaan hewan laut sebagai mata-mata juga pernah dilakukan intelijen Inggris pada 2023. Menurut mereka, Rusia meningkatkan keamanan di pangkalan armada Laut Hitam Sevastopol dengan lumba-lumba terlatih.

Rusia dilaporkan melatih lumba-lumba hidung botol pada kandang terapung di pelabuhan. Pelatihan itu dilakukan agar lumba-lumba siap menghadapi musuh.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Komdigi Dorong Hilirisasi Mineral Kritis Demi Kedaulatan Digital

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Layanan SIM keliling tersedia di lima lokasi Jakarta pada Selasa
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Sustain: Listrik Mati Bergilir Jawa-Bali Alarm Keras untuk Diversifikasi Energi
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bantuan Huntap Korban Bencana Aceh Diusulkan Naik Jadi Rp80 Juta per Unit
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru MPLS, Perpeloncoan hingga Pelibatan Alumni Dilarang
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Mau Kalah dari Lionel Messi, Mbappé Cetak Brace dan Dekati Rekor Gol Piala Dunia
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.